Menjalin Interaksi Dengan Anak Melalui Buku

Oleh : Devi Raissa Rahmawati

Keprihatinan pada komunikasi orang tua dan anak yang semakin buruk , membuat psikolog anak ini mendirikan usaha pembuatan buku interaktif untuk anak usia dini. Menurutnya, pendekatan lewat buku mampu membuat orang tua memahami bahasa anak dan memulihkan komunikasi yang buruk tersebut.

Sebagai psikolog anak, Devi banyak menerima keluhan dari para kliennya tentang sulitnya mereka menjalin komunikasi dengan anak. Hal ini kemudian mendorong  perempuan yang menyelesaikan Magister Profesi Psikologi Klinis Anak dari Fakultas Psikologi UI ini untuk menemukan cara terbaik agar orang tua bisa memahami bahasa anaknya.

“Ternyata dengan pendekatan lewat buku, banyak anak yang bisa diajak berkomunikasi, bahkan oleh orang yang baru mereka kenal. Kegiatan membaca buku setiap hari tidak hanya memberi manfaat untuk anak, tapi juga bagi orang tua,” ujar Devi.

Lebih lanjut, kelahiran 2 Desember 1987 ini menambahkan bahwa di luar negeri sudah dilakukan gerakan membaca sejak anak masih bayi. Sedangkan di Indonesia, bahkan belum ada buku yang khusus dibuat untuk anak usia dini, apalagi untuk bayi.
“Kalau pun ada, itu juga buku impor yang harganya sangat mahal. Hal ini membuat banyak anak yang bisa membaca namun tidak memahami apa yang dibacanya.”

Kondisi ini semakin diperparah dengan kegandrungan anak pada televisi dan gadget ketimbang membaca. Padahal banyak masalah pada anak yang bisa diatasi dan dicegah dengan menumbuhkan minat baca. Setidaknya, orang tua dapat memulainya dengan membacakan buku untuk anaknya.
Beraksi Lewat Buku Interaktif

Pengalaman sebagai psikolog anak dan banyak berhadapan dengan masalah komunikasi yang buruk antara orang tua dan anak, menginspirasi Devi untuk mendirikan sebuah usaha pembuatan buku anak customized yang dia beri nama Rabbit Hole.

Melalui bisnis bukunya ini, Devi mengajak anak untuk mendapatkan pengalaman membaca yang menyenangkan. Buku interaktif dari Rabbit Hole ini ditujukan untuk anak usia 6 bulan hingga 7 tahun. Temanya semua yang ada di sekitar anak dilengkapi tools untuk orang tua sehingga bisa mengobrol dengan anak, bahkan anak yang masih berusia 6 bulan.

“Alhamdulillah, banyak anak yang akhirnya mau berbicara setelah membaca Rabbit Hole dan orang tua juga kemudian bisa mengobrol dengan anaknya. Mereka umumnya sangat antusias karena bukunya bisa disentuh, ada cerminnya sehingga anak bisa lebih betah membaca,” Devi menambahkan.

Meski penulisan buku anak merupakan dunia yang baru baginya, namun Devi terus berusaha belajar bagaimana menyampaikan edukasi yang baik pada anak lewat buku. Banyaknya respon positif yang dia terima tentang Rabbit Hole, membuat Devi juga memanfaatkan sosial media untuk memasarkan buku interaktifnya tersebut.

“Dari hasil penjualannya sebagian didonasikan untuk rumah baca. Saya juga memanfaatkan fenomena games di gadget untuk membuat aplikasi edukasi. Ada juga program penjualan buku dengan cara arisan buku dan Alhamdulillah semua responnya positif.”

Devi berharap apa yang diakukannya dapat memotivasikan para orang tua untuk terus berusaha menjalin komunikasi dengan anak. Karena dengan komunikasi yang baik dapat menghasilkan anak-anak dengan pemikiran yang baik pula.

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

Al-Qur’an dan Hadits hari ini.

Sampaikanlah amanah kepada orang yang mempercayaimu dan janganlah kamu berkhianat kepada orang yang mengkhianatimu (HR Abu Dawud & Tirmidzi)

February 2019
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728  

noormagazine © 2019 All Rights Reserved