Hidup Untuk Makan

Makanlah sebelum lapar dan berhentilah sebelum kenyang. Sebaiknya Sepertiga perut untuk makanan, sepertiga untuk minuman dan sepertiga untuk udara.

Diera digital ini banyak hal berubah, budaya yang sudah turun temurun diwariskan dalam suatu keluarga dapat tergerus dan hilang dalam sekejap. Bukan saja kebiasaan bercengkrama yang hilang, karena masing-masing sibuk dengan gadgetnya, tapi juga kebiasaan saling berkunjung. Dengan video call, teleconference, skype tidak perlu lagi jauh jauh berkendara dijalan macet untuk bertemu kerabat. Dunia seolah-olah menjadi kecil dan tanpa batas. Kejadian disuatu pelosok dunia dapat dalam sekejap diketahui orang lain dibagian benua yang berseberangan. Peradaban yang ratusan tahun berkembang disuatu tempat dapat berubah dan digantikan peradaban yang asing dari bumi yang jauh.

Banyak orang Indonesia yang bermukim dinegeri orang dan yang kembali pulang bergaya seperti orang asing. Begitu pula banyak orang asing yang datang ke Indonesia dan belajar menjadi orang Indonesia. Budaya dan bahasa Indonesia diajarkan diberbagai negeri lain dan berbagai bahasa dan budaya diajarkan disekolah-sekolah Indonesia. Semua sah-sah saja, setiap orang bebas memilih ingin seperti apa. Bagi Umat muslim, jelas al Quran yang menjadi panduan hidup yang universal. Dimanapun ia tinggal, latar belakang apapun yang membentuknya , aturan hidup dan kehidupannya tetap berpegang pada al Quran dan Hadis. Seorang muslim dapat berpindah domisili tanpa harus kehilangan identitasnya.

Dulu dalam setiap keluarga saat makan menjadi saat berkumpulnya keluarga menyantap hidangan yang tersedia bersama. Apapun yang dihidangkan akan disantap, tanpa komentar, suka atau tidak suka, enak atau tidak enak, itulah yang dimakan bersama, dinikmati bersama. Tidak ada pilihan. Namun kini tidak lagi seperti itu. Dengan adanya era digital dan Go-Food setiap orang bisa memlilih ingin makan apa dari mana . Makan tidak lagi sekedar menghilangkan lapar, tapi menjadi ajang mencari kenikmatan. Diera digital ini wisata kuliner berkembang pesat. Berbagai inovasi dan kreasi sajian yang mutakhir dipromosikan online, sehingga orang tertarik untuk mencicipi sesuatu yang baru yang menjadi trend. Tidak dipikirkan lagi dari segi kebersihan dan kesehatan ataupun gizinya, yang penting tidak ketinggalan jaman. Masakan rumah menjadi kurang menarik, bahkan membosankan. Budaya dan pola makan tidak seperti dulu lagi. Keinginan yang berbeda-beda mengalahkan kebutuhan yang utama untuk hidup. Beruntunglah kalau ada orang-orang yang memikirkan kesehatan dan mempromosikan makanan yang halal dan sehat. Mungkin juga karena banyak anggota keluarga yang bekerja sepanjang hari diluar rumah sehingga tidak ada waktu lagi menyiapkan hidangan dirumah. Mereka tertolong oleh penawaran makanan siap saji. Apapun alasannya, bagaimanapun keadaannya alangkah baiknya bila saat makan satu kali sehari tetap diusahakan bersama, sekedar untuk menjaga jalinan kekeluargaan.

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

noormagazine © 2019 All Rights Reserved