FASILITASI KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN PADA PAMERAN FASHION TRADE SHOW CPM – MOSCOW

20180905_Indonesia_Ambassador_HR-006 (1)

Sebagai salah satu dari 16 kelompok industri kreatif, industri fashion Tanah Air menyumbang 3,76% PDB nasional di 2017. Ekspor industri fashion tanah air bahkan meningkat 8,7% dibandingkan tahun sebelumnya. Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih menanggapi data tersebut sebagai bukti industri fashion nasional memiliki daya saing tinggi di pasar internasional. Industri fashion Indonesia memang memiliki keunikan pada kekayaan seni budaya yang tertuang dalam berbagai kain tradisionalnya. Selain itu, fashion Indonesia dikenal dengan fashion craft, yaitu produk fashion yang diperkaya dengan nilai seni pekerjaan tangan. Kedua hal Ini, menjadi kekuatan industri fashion Indonesia dalam memasuki pasar dunia, walau pun terkadang hadir dalam skala industri kecil menengah di yang harus menghadapi industri fashion ‘pabrikan’ pada umumnya.

PHOTO-2018-09-21-17-22-56

Dalam rangka mempertahankan dan meningkatkan daya saing industri fashion tanah air, Kementerian Perindustrian terus menjalankan berbagai program, antara lain dengan menjamin ketersediaan dan kemudahan perolehan bahan baku (kualitas, kuantitas, dan kontinuitas) dan kemitraan serta integrasi antara sisi hulu dan sisi hilir, menyiapkan sumber daya manusia yang ahli dan berkompeten melalui kerjasama pendidikan vokasi antara industri dengan SMK, penerapan Standar Nasional Indonesia dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI); meningkatkan iklim usaha, serta mengusulkan biaya energi yang lebih murah bagi industri.

PHOTO-2018-09-21-17-22-42

Kementerian Perindustrian sudah menjalankan beberapa kegiatan untuk memperkenalkan keunikan fashion Indonesia ke dunia sekaligus meningkatkan ekspor TPT. Salah satunya melalui upaya promosi yang masif terkait potensi dan kreativitas, termasuk keunikan ragam kain yang kita miliki serta kolaborasinya dengan dunia fashion sehingga menjadi busana ready to wear yang unik, yang kami sebut fashion craft. Atas dasar itulah, Kementerian Perindustrian berkomitmen untuk terus melanjutkan program yang mendorong industri tekstil dan fashion agar dapat go international dengan lebih ekspansif.

IMG_0817 (1)

Pada 4 – 7 September 2018 yang lalu, Kementerian Perindustrian dengan didukung Kementerian Perdagangan, BKPM, BNI, BTN, Telkom Indonesia dan Kedutaan Besar Indonesia di Rusia telah mengirim 6 label produk fashion terpilih, yaitu: Itang Yunasz Ready to Wear, Batik Chic, JavaNova by Deden Siswanto, Warnatasku, NurZahra dan Intan Songket pada “Fashion Trade Show CPM – MOSCOW” dengan mengusung campaign “Experience

20180905_ITANGYUNASZ_HR-050 (1)

Indonesian Fashion Craft”. Indonesia mengajak para pegiat industri fashion internasional untuk mengenal lebih dekat wastra nusantara baik berupa batik mau pun tenun. Pameran ini dihadiri oleh 21.500 buyers dari 30 negara. “Tiga tahun mengikuti ajang ini dan tahun ini terlihat ekonomi sedang lesu. Walau demikian saya optimis karena tahun ini justru yang bermunculan adalah beberapa agen yang mampir booth dan terlihat sangat antusias melihat produk Indonesia dan menawarkan diri untuk menjadi agen/representatif,” ujar Itang Yunasz

20180906_warnatasku_HR-016 (1)

Mengikuti ajang fashion trade show bertaraf internasional seperti CPM di Moscow, tentunya bukan saja untuk menarik perhatian para buyers dan media internasional, namun juga merupakan kesempatan untuk para pelaku industri Indonesia melihat peluang bisnis ready to wear internasional serta perkembangan bisnisnya. Di dalamnya diharapkan terjadi sinergi antara para desainer dengan industri tekstil dalam negeri untuk membuktikan kreativitas, dan para media yang memperkenalkan brand Indonesia kepada buyers internasional, seperti yang dikatakan Novita Yunus, CEO dan desainer Batik Chic: “Acara CPM ini sangat bermanfaat bagi Batik Chic, selain branding di area pangsa pasar baru, juga membuka wawasan Batik Chic untuk STP market di Rusia dan internasional. Kami juga mendapatkan buyers potensial yang tentunya akan kami follow up sekembalinya kami di tanah air untuk kerja sama ke depannya,” ujar Novita Yunus CEP dan desainer Batik Chic. Herman Budoyo dari Ditjen IKM Kementrian Perindustrian juga sependapat dengan Novita Yunus, acara ini sangat bagus tapi tentunya yang juga penting adalah konsistensi mem-follow up setelah acara berlangsung. Calon agen atau distributor harus terus didekati sampai dapat membuahkan hasil yaitu berkembangnya label Indonesia melalui CPM dan langkah kongkrit yang ditergetkan adalah terwujudnya “Indonesian Fashion House” di kota Moscow.

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

Al-Qur’an dan Hadits hari ini.

Sampaikanlah amanah kepada orang yang mempercayaimu dan janganlah kamu berkhianat kepada orang yang mengkhianatimu (HR Abu Dawud & Tirmidzi)

September 2018
M T W T F S S
« Aug   Oct »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

noormagazine © 2018 All Rights Reserved