Karena Aku Santri

krn aku santri.jpg 2

Aku resah, sedih dan malu hati

Saat agamaku lebih sering ditampakkan dalam bentuk yang garang

Saat tampilan agama yang ramah dan bersahabat malah di hujat

Saat cacimaki dan tuduhan keji menjadi bahasa sehari-hari

Aku sedih, resah dan malu hati

Karena aku santri

 

Dalam sedih bercampur harap

Kubisikan kepada siapa saja yang kutemui dalam senyap

Ayolah kembali pada jati diri

Dakwah bilhikmah wal maudhatilhasanah

Dakwah yang menyemai perdamaian bukan menuai permusuhan

Kubisikkan itu semampu diri

Karena aku santri

 

Aku terhenyak, lalu terdiam tak mampu mengiyakan

Saat atas nama modernitas dan profesionalisme

Proposal bisnis pendidikan disodorkan

Hitung-hitungan rinci di paparkan

Ini bisnis menguntungkan

Ini kota metropolitan

 

Aku terhenyak tak bisa mengikuti

Saat melihat di sekelilingku kini pergeseran mendasar telah terjadi

Manajemen dakwah telah berubah arti

Dari ikhtiar mengelola dakwah sebagai pintu hidayah

Menjadi trik-trik berceramah demi materi berlimpah

 

Dalam diam dan keterhenyakan

Terbayang wajah-wajah ikhlas kyai dan nyaiku yang lugas mengatakan

Nak, jangan kau tukar anugerah ilmu dengan harta

Masing-masing adalah pembnerian-Nya

Berikan ilmu tanpa perhitungan

Seperti dulu kamu menerimanya dari guru-gurumu yang bermata hati tajam

Biarlah Allah yang bekerja dan menjadikanmu merasa berkecukupan

 

Akupun berkata pelan tapi pasti

Maaf… Biarlah aku tetap begini

Mendedikasikan ilmu pemberian ilahi yang tak seberapa ini

Kepada si kaya dan si miskin tanpa deskriminasi

Karena aku santri

 

Aku geram dan tak bisa diam

Saat agamaku dijadikan tameng nafsu syahwat yang tak terkendali

Nikah siri dikampanyekan tanpa basa-basi

Poligami dipamerkan dalam ujub yang tersembunyi

Kekerasan dalam rumah tangga dianggap biasa

Pedihnya rasa korban pelecehan seksual dijadikan bahan canda

 

Aku geram dan tak bisa diam

Karena aku santri

 

Dalam keyakinan akan ramahnya agamaku dan ramahnya Tuhanku

Kutolak dalih mereka dengan adil yang kutahu

Kupaparkan fakta, data dan derita perempuan, anak dan mereka yang rentan

Agar agama tak lagi dijadikan pembenar ketidakadilan

Kulakukan itu tanpa henti

Karena aku santri

 

Karena aku santri

Aku tak bisa tak peduli

Pada pengeroposan agamaku yang muncul di sana sini

Pada pengatasnamaan agama untuk syahwat libido, nafsu berharta dan berkuasa

 

Dan karena aku santri

Aku tak ragu meniti jalan ini

Meski sepi

Berjalan dalam pengharapan dan sekaligus kepasrahan

Berikhtiar menebar makruf dengan cara yang Ma’ruf

Berusaha menahan munkar dengan cara yang tidak munkar

 

Aku akan terus menyusuri jalan ini

Menapaki peta yang telah dibentangkan para masyayikh, kyai dan bunyai

Karena aku santri

 

Teks : Badriyah Fayumi | Ilustrasi : Rifa | Foto : Istimewa.

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

Al-Qur’an dan Hadits hari ini.

Sampaikanlah amanah kepada orang yang mempercayaimu dan janganlah kamu berkhianat kepada orang yang mengkhianatimu (HR Abu Dawud & Tirmidzi)

June 2018
M T W T F S S
« May   Jul »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

noormagazine © 2018 All Rights Reserved