Perempuan Zaman Now & Revolusi Digital

young muslim woman in head scarf using laptop in cafe with friends

Perubahan yang cepat di era digital saat ini membuat banyak perusahaan baru yang tumbuh di tengah perusahaan lama yang jatuh. Tidak hanya itu, para perempuan pun bisa memiliki penghasilan tanpa harus keluar rumah. Tapi, semua perubahan tentu membutuhkan kesiapan dan konsekuensinya. Siapkah kita?

 

Startup atau industri teknologi berbasis internet memang menjadi “mantera” ajaib yang bisa menghasilkan para miliarder baru dalam waktu singkat. Bisnis ini memang unik karena secara konsep mampu mendobrak sistem bisnis konvensional yang secara perlahan mulai ditinggalkan. Sehingga banyak anak muda yang mulai tertarik mendirikan usaha startup-nya sendiri, termasuk Aulia Halimatussadiah yang akrab disapa Olliie, Co-founder dan CTO dari Nulisbuku, sebuah bisnis startup yang memberi kesempatan kepada para penulis untuk mempubikasikan karyanya.

Sukses di bisnis digital juga diraih Hanifa Ambadar yang pada 2005 lalu mendirikan situs interaktif untuk perempuan, Female Daily. Nama Diajeng Lestari, juga tidak bisa dipisahkan dari kesuksesan di era digital. Terinspirasi dari banyaknya muslimah yang semakin fashionable dengan hijabnya, Ibu dua anak ini kemudian mendirikan HijUp yang menjual busana dan aksesoris dari desainer fashion muslim Indonesia.

Memutuskan berhenti bekerja, Nabilah Alsagoff justru makin berkibar dengan bisnis startup-nya, Doku, sebuah website yang menjadi wadah pembayaran online dan menuai sukses.

Aulia Rahmadhani yang masih berusia 21 tahun bisa jadi adalah sosok belia yang  sukses menjalankan bisnis online-nya. Melalui label Zahira HIjab yang dia jual secara online, mampu mengantarkan namanya menjadi salah seorang anak muda dengan penghasilan besar di Indonesia. Sukses juga diraih oleh kakak beradik Kusuma Fauzia dan Atina Maulia yang berjualan kerudung lewat BBM dan SMS. Bisnis ini bahkan bisa dikatakan  tanpa modal sama sekali karena mereka baru akan menyetorkan kepada pihak pemasok setelah menerima pembayaran dari pembeli. Kini, keduanya sudah memiliki dua konveksi dan merilis brand Vanilla Hijab yang sangat nge-hits di instagram.

Nama-nama di atas hanya sebagian kecil perempuan yang sukses memanfaatkan teknologi digital untuk bisnis mereka. Masih banyak perempuan lain yang juga memilih berbisnis online dengan berbagai pertimbangan terutama untuk lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga.

 

Now or Never

Tidak hanya perempuan yang mengambil manfaat dari perkembangan teknologi saat ini, tapi era ini juga menempatkan generasi milenial sebagai ujung tombak kebangkitan ekonomi. Hal ini disampaikan pengamat ekonomi, Faisal Basri saat tampll sebagai salah seorang narasumber di acara seminar bertajuk “Wanita & Kehidupan “Revolusi Digital”, Sekarang atau Tidak Sama Sekali.

Menurut Faisal, banyaknya anak muda yang saat  ini sukses mendirikan bisnis Startup jelas menjadi indikator bahwa merekalah yang saat ini menjadi ujung tombak dalam bangkitnya perekonomian di sebuah negara.

“Selama tahun 2017 ini saja tercatat bahwa 15 persen rumah tangga di Indonesia pernah berbelanja online. Semakin tinggi pendapatan seseorang maka semakin besar pula persentasi rumah tangga yang berbelanja online dan semakin besar pula konsumsi onlinenya. Perdagangan online itu sendiri pada dasarnya hanya berupa perubahan transaksi saja, sementara jumlah persediaan produksi tetap,”  jelas Faisal.

Sedangkan Saleema Foundation yang juga menjadi narasumber dalam seminar tersebut juga menjelaskan bahwa saat ini telah berlangsung gelombang inisiatif kewirausahaan yang dipimpin para perempuan dengan memanfaatkan teknologi digital. Hal ini tentu saja merupakan kesempatan emas yang bisa menghasilkan para pengusaha perempuan yang sukses tanpa harus meninggalkan kewajiban sebagai istri dan ibu.

Pemanfaatan teknologi digital bukan hanya untuk swafoto atau mem-posting hal yang bisa mengundang perdebatan di medsos tapi juga memperbaiki ekonomi keluarga.

Selain itu, teknologi digital juga menawarkan potensi kepada perempuan untuk mengatasi berbagi rintangan dalam budaya tradisional karena umumnya perempuan yang memiliki keterampilan sosial yang lebih unggul dapat menjadi keuntungan bagi mereka di era digital ini. Sikap bijak dalam memanfaatkan teknologi ini juga bisa membuat seseorang menyampaikan banyak pesan kebaikan dan pedoman dalam beribadah kepada Allah Swt.

Bijak dan Profesional

Tidak adanya batasan waktu dan tempat dan bisa gunakan selama 24 jam sehari dan tujuh hari dalam seminggu membuat teknologi ini juga bisa menimbulkan ketergantungan yang negatif bagi penggunanya, terutama bagi anak dan remaja yang masih labil.

Banyak muslimah yang ketergantungannya pada gadget membuatnya abai dengan kewajiban utama sebagai istri dan ibu. Mem-posting sesuatu yang belum tentu kebenarannya lalu menuai perdebatan yang tidak perlu. Bahkan tidak sedikit yang menjadikan kemajuan teknologi sebagai sarana bersenang-senang dalam menyebarkan gosip dan fitnah. Tidak sedikit pula yang terpedaya dalam hubungan yang tidak diperbolehkan agama terutama dalam hubungan dengan lawan jenis lewat medsos. Nauzubillahi min dzalik.

Jangan pernah lupa kalau medsos itu ibarat buku yang terbuka lebar dan bisa dilihat dan dibaca oleh siapa saja. Karena itu, berhati-hatllah jika ingin menuliskan sesuatu di buku tersebut, pikirkanlah dahulu manfaat dan mudarat dari apa yang akan ditulis. Karena jejak digital itu sangat kejam dan bisa memangsa siapa saja yang memosting tanpa menyaringnya terlebih dulu.

Meski akses digital merupakan hak yang kini sudah dianggap mendasar, tapi tetaplah untuk bersikap bijak dalam memanfaatkannya. Terlibat secara digital tanpa memilliki pengetahuan bisa membuat seseorang terjebak sehingga tidak bisa membedakan antara dalam kondisi daring (dalam jaringan) dan luring (luar jaringan/offline).

Perlu diingat bahwa lingkungan digital juga bisa menjadi ujian dan fitnah bagi yang tidak bijak menggunakannya. Apalagi saat ini ada UU IT yang memanyunginya. Jadi, tetaplah bersikap santun dan profesional dalam menempatkan diri meski di dunia maya sekalipun. Sesungguhnya, godaan dan khilaf bisa datang dari mana saja sebagaimana juga hidayah. Semoga kita semua senantiasa berada dalam lindungan Allah Swt, Amiin….

 

 

Teks : Ade | Foto : Istimewa

Baca selengkapnya di Majalah NooR vol. XXVII tahun 2017

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

Al-Qur’an dan Hadits hari ini.

Sampaikanlah amanah kepada orang yang mempercayaimu dan janganlah kamu berkhianat kepada orang yang mengkhianatimu (HR Abu Dawud & Tirmidzi)

March 2018
M T W T F S S
« Feb   Apr »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

noormagazine © 2018 All Rights Reserved