Franka Soeria “Kepak Sayap yang Mendunia”

fokus-Bukan suatu kebetulan kalau Franka Soeria berhasil me­ya­­kinkan ra­nah fashion du­­nia untuk diajaknya beker­ja sama di sebuah per­he­latan besar yang menyita per­ha­ti­an masyarakat internasional.

 

Beberapa event besar dunia fashion lahir dari gagasannya. Bah­kan, event yang di­he­­lat­nya tidak saja menjadi ajang pertemuan hijabers lokal tapi juga mam­pu memper­te­mu­­­kan la­bel maupun desainer fa­shi­on muslim dari banyak belahan ne­ga­ra. Sebut saja Mus­lim Fa­shi­on Festival (Muffest) di Plaza Selatan Istora Senayan, Ja­kar­ta, pada 2016. Demikian ju­­ga halnya Istan­bul Modest Fashion Week (IMFW), masih pa­da ta­hun yang sama, di Turki se­ba­gai awal de­but­nya dalam event berskala interna­sio­nal. Mengapa Tur­ki? Ya, karena muslimah berhijab yang satu ini memang bermukim di sa­­na setelah meni­kah dengan pria Turki bernama Ismail Semin. Dari negara inilah awal kiprah mendunia Franka. ”Tinggal di luar negeri mem­buat sa­ya berusaha keras untuk bisa le­bih banyak ber­in­teraksi de­ngan penduduk se­tem­pat. Ti­dak mu­dah untuk membaur di sa­­na. Saya pun ha­rus banyak bela­jar budaya mereka,” ujar ibun­­da Me­te­han Rivera Semin ini, ramah.

Franka juga menegaskan bagaimana dirinya harus bisa ”berbicara” karena memi­li­ki mental dan keyakinan bahwa sebagai orang Indonesia, pasti bisa berkip­rah di tingkat dunia. ”Siapa pun kalau fokus mengerjakan suatu hal, dia pasti bisa kok melakukannya. Bu­tuh kerja keras juga untuk itu. Kalau capek, iya pasti capek. Namun, lihat ke de­pan­nya. Li­hat nanti hasilnya. Allah Swt. itu kalau kita sudah fokus, mau bekerja keras, ber­usa­­ha, dan meminta kepada-Nya, yakinlah bahwa Dia akan menjawab apa yang sudah ki­ta upa­ya­­kan itu,” ujar Franka saat ditemui NooR di kawasan T.B. Simatupang, Jakarta Se­latan, beberapa waktu lalu. Belum lagi motivasi terbesar perempuan yang pernah ber­pro­fesi sebagai wartawan ini adalah ingin ”membuka mata” bangsa Timur Tengah, Arab khu­­susnya, yang se­la­­ma ini kerap mengidentikkan kaum perempuan Indonesia dengan te­naga kerja wanita. Persepsi merendahkan inilah yang ke­mudian sukses dijawab Franka de­ngan membuktikan dirinya bisa menjelma menjadi sosok outstanding di dunia.

”Perempuan Indonesia itu memiliki bakat dan inovasi dalam merancang, meng­olah hijab dan busana muslim sebagai sesuatu yang bi­sa dinikmati masyarakat dunia. Bah­kan, sampai mampu pula menyelenggarakan event akbar fashion di beberapa negara se­­perti yang sudah saya lakukan,” tegas owner Think Fa­shi­on ini.

 

Tak merasa pintar sendiri

Franka ingat betul ke­tika awal menggelar event besar – Modest Fashion Week – di Du­bai pun, dirinya hanya mengenal segelintir orang. Namun, dalam pelak­sa­naannya ke­mudian ia bisa mendapat dukung­an pemerintah Dubai, para sponsor, dan juga ka­langan mus­lim fashion serta mo­dest fashion di sana. ”Alhamdulillah event besar fashion itu suk­ses digelar Desember lalu. Butuh kerja keras untuk itu. Waktu itu saya dan Ozlem datang ke Dubai mencari-cari EO lokal yang mau diajak kerja sama untuk meng­­­gelar Dubai Mo­dest Fashion Week. Saya ketok pintu satu per satu mencari EO,” tu­tur Franka yang ber­syu­kur hingga kemudian akhirnya di hari keempat puluh jelang event di­gelar, baru bisa men­dapat­kan­nya. Red Connect pun berhasil diyakinkan Think Fashion (yang didirikan Franka dan Ozlem Sahin) untuk menjadi partner lokal di Du­­­­­bai. Setelah itu, Franka dan Ozlem sukses pula meyakinkan Emaar, sebuah perusaha­an sponsor ternama di negara yang terletak di sepanjang pantai selatan Teluk Persia dan Jazirah Arab itu. Dari hal yang tak mungkin menjadi mungkin, semua disa­da­­ri Franka karena kerja kerasnya dan adanya campur tangan Allah Swt.

Ihwal kemampuannya mengelola event besar fashion di ber­ba­­gai negara, di­akui ow­ner Markamarie – perusahaan yang didirikan bersama suami dengan salah satu mi­si membawa desainer muda maju ke platform internasional ini –  tidak ada ilmu khusus un­tuk itu. Namun, disebutkan oleh Franka bahwa lear­n­ing by do­ing dan bangun jejaring atau kolaborasi menjadi kuncinya. ”Dengan kolaborasi, kita diajarkan agar tidak merasa pin­­tar sendiri. Di situlah saya akan menem­pat­kan diri dan orang lain sesuai dengan ke­ah­li­an­nya. Saya berusaha membuat bagai­mana seseorang bisa bekerja semak­si­mal mungkin sesuai dengan bidangnya. Ka­lau se­suai dengan bidang­nya, mereka pasti akan be­kerja de­ngan hati,” pung­kas Franka yang se­­­lalu siap membantu para de­sainer busana In­donesia untuk mewujudkan cit­a-citanya ber­­­kiprah di kancah dunia

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

Al-Qur’an dan Hadits hari ini.

Sampaikanlah amanah kepada orang yang mempercayaimu dan janganlah kamu berkhianat kepada orang yang mengkhianatimu (HR Abu Dawud & Tirmidzi)

March 2018
M T W T F S S
« Feb   Apr »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

noormagazine © 2018 All Rights Reserved