ketika Rasulullah melarang Ali BERPOLIGAMI

IMG_20180223_000054_HDR

Meski Rasulullah SAW berpoligami, namun beliau tidak mengizinkan menantunya Ali Bin Abi Thalib RA melakukan hal yang sama terhadap Fatimah. Karena Rasulullah tidak akan membiarkan apapun yang dapat membuat hati Fatimah terluka.

Pro dan kontra tentang masalah poligami kembali ramai dibicarakan terutama di linimasa. Berita tentang seorang ulama yang memperkenalkan istri ketiganya, dan ungkapan perasaan istri seorang musisi religi yang suaminya menikah lagi tanpa izin darinya, menjadi topik yang paling banyak dibahas warganet.

Mayoritas muslim yang pro pada praktik poligami berpegang pada Al-Qur’an surat An-Nisa ayat 3yang memperbolehkan seorang laki-laki menikahi maksimal empat orang istri, asalkan dia mampu bersikap adil. Namun jarang sekali ada yang mengangkat hadist tentang Rasulullah yang pernah melarang mantunya Ali Bin Abi Thalib melakukan poligami.

Hadis tersebut dirawi dari Miswar dan Makhramah RA yang mengisahkan, “Saya mendengar Rasulallah brkhutbah di mimbar:┬áBani Hasyim bin Mughirah meminta izinku untuk menikahi anak perempuan mereka dengan Ali Bin Abi Thalib. aku tidak mengizinkan, aku tidak mengizinkan, aku tidak mengizinkan. kecuali kalau Ali Bin Abi Thalib menceraikan puteriku terlebih dahulu, lalu silahkan menikah dengan puteri mereka. Dia (Fatimah) adalah bagian dari diriku, sesuatu yang membuat hatinya galau akan membuat hatiku galau juga, dan sesuatu yang menyakitinya akan membuatku sakit juga.” (HR. Bukhari).

Masih dari Miswar bin Mukharamah RA, dikisahkan, “Ali meminang anak perempuan Abu Jahal, padahal dia sudah beristri Fatimah, puteri Rasulullah SAW. Fatimah mendengar hal tersebut, lalu mendatangi Rasulullah SAW, seraya berkata: dia menganggapmu tidak akan pernah marah (wahai ayahku). ini, Ali akan menikahi anak Abu Jahal, lalu Rasulullah SAW bergegas dan aku mendengar, setelah selesai shalat, baginda berkata: “amma ba’du (maka setelah itu), aku telah menikahkan puteriku terhadap Abu al Asr bin ar-Rabid dan dia setia serta jujur terhadapku. Fatimah itu bagian dari diriku, aku tidak akan pernah senang jika ada orang yang berbuat buruk (jahat) terhadapnya, jika ada orang yang berbuat fitnah (gangguan) kepadanya -demi Allah, tidak akan pernah bisa berkumpul puteri Rasulullah dengan puteri musuh Allah dalam pengakuan satu orang suami selamanya.” (HR. Muslim dan Tirmidzi)

Poligami Rasulullah

Selama 20tahun pernikahannya dengan Siti Khadijah, Rasulullah tidak berpoligami. kalau pun kemudian Rasulullah melakukan poligami juga dengan alasan yang jelas, salah satu nya melindungi janda para mujahid. istri Rasulullah umumnya janda yang sudah berusia tua dan memiliki banyak anak.

Fakta pahit poligami

Berdasarkan data rekapitulasi perceraian yang diproses pengadilan agama yang ada di Indonesia dan catatan komnas anti kekerasan terhadap perempuan sepanjang tahun 2015 lalu terdapat 252.857 cerai gugat dan 98.808 cerai talak. ironisnya 7.476 dari kasus perceraian tersebut disebabkan praktik poligami yang tidak berjalan baik, terutama poligami yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi.

 

Teks : Ade | Ilustrasi: Rifa

Baca Selengkapnya di Majalah NooR Volume XXVII tahun 2017

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

Al-Qur’an dan Hadits hari ini.

Sampaikanlah amanah kepada orang yang mempercayaimu dan janganlah kamu berkhianat kepada orang yang mengkhianatimu (HR Abu Dawud & Tirmidzi)

February 2018
M T W T F S S
« Aug   Mar »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728  

noormagazine © 2018 All Rights Reserved