Ibu, Sang Madrasatul Ula

IMG_20180222_230032_HDRIbu adalah sekolah utama, bila dipersiapkan dengan baik, maka telah dipersiapkan generasi terbaik.

Tak ada sekolah untuk menjadi Ibu, karena menjadi Ibu adalah kodrat. Secara naluriah seorang Ibu akan merawat bayinya. Ibu melahirkan kehidupan, sehingga iapun yang nomor satu akan berjuang merawat kehidupan. Naluri Ibu jauh lebih sensitif dan responsif dalam menanggapi berbagai tantangan dan kebutuhan dasar anaknya. Ibu berperan dalam pembentukan nilai, watak, karakter dan kepribadian anaknya. Ibu merupakan pilar utama dalam memberikan pengajaran dan pendidikan bagi anak. Ibu benteng utama dalam keluarga atau garda pertama seorang anak ketika harus mengalami disorientasi nilai dalam masa-masa pertumbuhan terutama masa golden age.

Ibu yang mengajarkan adab dan akhlak. Ibu yang mengenalkan anak pada penciptanya. Ibu paling dekat dengan anak-anaknya, walaupun demikian peran ibu tidak terlepas dari perannya sebagai penyeimbang dalam masyarakat. Apalagi kalau ibu seorang ulama perempuan, bertambah luas pengaruhnya dalam merawat dan memelihara masyarakat yang penuh rahmat.

Ibu bisa berperan sebagai penyebar perdamaian dan mencegah konflik melalui lingkungan keluarga dan lingkungan sosialnya. kedamaian adalah faktor asasi dan syarat utama untuk mewujudkan keamanan dan kemajuan. Ibu dapat menciptakan lingkungan yang tenang, tentram dan stabil sehingga terlindungi rasa kehormatan kemanusiaan, kepemilikan dan kehidupan.

“kami wasiatkan kepada mausia, supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya. Ibunya mengandung dia dengan susah payah dan melahirkannya dengan susah payah pula. Mulai mengandungnya sampai menceraikannya dari susuan tigapuluh bulan lamanya…” (QS. Al-Ahqaf/46:15)

Sehingga ketika anaknya dewasa berusia empatpuluh tahun ia berdoa : “Ya Allah, taufikkanlah, tunjukkanlah hatiku untuk mengucapkan terima kasih atas karunia-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orangtuaku dan agar aku kerjakan amalan yang salih, yang Engkau sukai. Perbaikilah keturunanku, sungguh aku bertaubat kepada-Mu dan semoga aku termasuk golongan orang-orang islam.” (QS. Al-Ahqaf/46:15)

 

Teks: Sri Artaria | Foto: Istimewa

Baca Selengkapnya di Majalah NooR Volume XXVIII tahun 2018

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

Al-Qur’an dan Hadits hari ini.

Sampaikanlah amanah kepada orang yang mempercayaimu dan janganlah kamu berkhianat kepada orang yang mengkhianatimu (HR Abu Dawud & Tirmidzi)

February 2018
M T W T F S S
« Aug   Mar »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728  

noormagazine © 2018 All Rights Reserved