TABAH

light bulb 1

Teks: Umar Fayumi I Ilustrasi: Istimewa

Hidup tidak semulus yang diharapkan. Ada saja rintangan dan cobaan yang silih berganti mengadang. Hanya dengan kesabaran, tekad, keberanian, kegigihan, dan tawakal semuanya dapat dihadapi.

Keadaan batin dan sikap tahan uji seperti itulah yang sering dinyatakan kaum bijak dengan istilah tabah. Semua agama dan filsafat kebajikan mengajarkan nilai ketabahan ini. Alquran sendiri telah menggambarkan makna sekaligus bentuk aplikasi nilai ketabahan tersebut dalam QS. Ali ‘Imran/3 ayat 200, ”Wahai orang-orang beriman, berlakulah tabah dan saling menabahkan serta pereratlah pertalian dan bertakwalah supaya kamu memperoleh peruntungan.”
Tabah adalah kosakata asli Indonesia. Namun, saat mengucapkan kata ini segera terlintas dalam benak salah satu sebutan atau nama lain dari kota Madinah, yaitu Thabah. Kota itu sebelumnya bernama Yatsrib, artinya tercela dan kacau. Disebabkan sering terjadi wabah penyakit, Rasulullah menamakannya Thabah, berarti harum dan baik. Pemberian nama baru ini terjadi menjelang Peristiwa Hijrah.
Kisah unik di atas pada gilirannya mendorong pikiran sadar kita untuk merenungkan salah satu makna terdalam dari hikmah kehidupan; bahwa masa-masa awal kehidupan kita sering kali diwarnai berbagai macam keadaan sulit dan kacau (identik dengan makna yatsrib). Namun, seiring kesabaran, tekad, keberanian, kegigihan, tawakal, dan perjuangan terus-menerus keadaan itu lambat-laun akan berubah menjadi lebih baik dan harum (identik dengan makna thabah).
Lebih jauh, dengan pendekatan kajian sirr ma’ani al-huruf atau rahasia makna huruf, kita akan mendapatkan kilasan-kilasan makna filosofis yang lebih mendalam dan aplikatif di balik kata thabah yang secara derivatif dibentuk oleh tiga huruf dasar: tha’ – alif – ba’. Huruf tha’ melambangkan fenomena kultivasi energi (misalnya kata tha’ah yang artinya patuh dengan segenap jiwa dan raga). Huruf alif menyimbolkan harmoni dan kebersamaan (misalnya kata ta’lif al-qulub yang berarti menyatukan jiwa). Huruf ba’ menggambarkan fundamen atau media dasar yang menjadi tumpuan dan rujukan asal (misalnya kata al-bawa’ artinya kembali ke tempat asal; kata al-barr berarti daratan tempat berpijak).
Dengan demikian rangkaian tiga huruf tha’ – alif – ba’ pada kata thabah melambangkan suatu proses kultivasi energi positif (tha’) dan penyelarasan semua unsur (alif) guna menggapai tujuan sesuai dengan basis niat dan prinsip nilai yang dijadikan pijakan (ba’). Ini berarti untuk benar-benar dapat bersikap tabah (thabah) dalam menjalani hidup yang hakiki diperlukan aktivasi energi positif pikiran, hati, dan ruh sejati. Setelah itu, menyelaraskannya dengan energi positif alam semesta yang terhubung langsung dengan energi suci Sang Khalik. Selanjutnya terus arahkan hidup agar tetap fokus kepada tujuan utama yang diniatkan sejak semula.
Istilah bahasa Arab yang sering digunakan untuk menggambarkan makna tabah adalah shabr (diadopsi ke dalam bahasa Indonesia menjadi sabar). Pemakaian shabr itu di antara contohnya dijumpai pada kalimat ungkapan: qutila shabran, artinya dibunuh perlahan-lahan; shabr jamil, berarti kesabaran yang indah.
Kata shabr sendiri dibentuk oleh tiga huruf dasar: shad – ba’ – ra’. Huruf shad melambangkan sistem pertahanan yang kokoh (misalnya kata shadd al-hujum, artinya menahan serangan). Huruf ba’ menyimbolkan fundamen atau pijakan dasar yang kuat. Sedangkan huruf ra’ menggambarkan progresivitas dan pergerakan dinamis (misalnya kata hasan ar-ra’y, berarti pendapat yang baik). Ini berarti shabr lebih mencitrakan sikap lahir (perilaku), sedangkan thabah lebih mencitakan sikap batin (mental).

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

Al-Qur’an dan Hadits hari ini.

Sampaikanlah amanah kepada orang yang mempercayaimu dan janganlah kamu berkhianat kepada orang yang mengkhianatimu (HR Abu Dawud & Tirmidzi)

August 2016
M T W T F S S
« Jun   Nov »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

noormagazine © 2017 All Rights Reserved