Menapak Jejak Rumi di Konya dan Cappadocia

090-093 journey-1

Teks & foto: Amany Lubis

Kedua kota ini tidak hanya memiliki banyak peninggalan sejarah tapi juga menjadi bukti kejayaan Islam masa silam hingga saat ini.

Konya adalah kota sejuta titian sejarah. Konya pada masa kejayaan kekuasaan Islam merupakan ibu kota Dinasti Saljuk yang telah mengembangkan wilayahnya hingga ke Anatolia atau kawasan Asia Kecil.

Kunjungan kami kali ini adalah untuk mengenal lebih dekat sejarah Islam melalui kunjungan ke museum dan masjid terkenal di Konya. Kunjungan utama kami di Konya adalah makam Maulana Jalaluddin Rumi yang berada di lingkungan Museum Maulana. Fasilitas audio yang kami gunakan dapat menjelaskan detail setiap artefak dan peninggalan arkeologi dari abad ke-12 dan ke-13 Masehi di kawasan tersebut.

Museum Maulana pada mulanya merupakan masjid yang di sekitarnya terdapat ruang-ruang zawiah atau tempat berzikir para pengikut tarekat Maulawi yang dipelopori Maulana Jalaluddin Rumi. Terlihat jelas pola pendidikan ruhani bagi murid yang diterapkan oleh mursyid tarekat Maulawi. Terdapat dapur dan kamar mandi yang didesain seperti aslinya dari zaman dahulu, yakni ada perabot dapur dan sepatu yang bersusun rapi. Di ruang yang masing-masing berkubah kecil terdapat peninggalan berupa baju jubah, topi putih tinggi, tasbih berbiji 999, suling, pedang dan tombak, lukisan indah, dan lainnya.

Lokasi penting di sini adalah makam Rumi, putra-putranya, beberapa sultan Dinasti Saljuk, para ulama, dan para petinggi kerajaan. Makam Rumi dinaungi kubah besar hijau yang memiliki lengkungan dan berhias kaligrafi indah. Terdapat mushaf indah dipajang yang ditulis putri Rumi. Selain ada bagian digunakan sebagai musala untuk laki-laki dan perempuan, terdapat tempat untuk para darwisy berzikir dan berputar mengikuti alunan suling yang disebut nay.

Di dekat makam para sultan Dinasti Saljuk terdapat Museum Madrasah Jalaluddin Karatay (-1254). Di dalamnya masih terlihat mozaik Turkois karya agung seniman masa Saljuk. Pilar dan bentuk kubah di dalam ruang-ruangnya berhias mosaik dan kaligrafi ayat Alquran yang tertulis pada keramik biru nan indah. Di dalam Museum Madrasah ini terdapat makam pendiri madrasah. Perabot rumah tangga dari porselen disusun rapi dan artistik dari zaman Dinasti Saljuk. Piring, guci, potongan keramik, dan peralatan lainnya dipajang dalam etalase kaca yang diberi lampu. Di tengah ruang utama madrasah terdapat kolam air mancur yang biasa digunakan untuk minum dan berwudu. Inilah salah satu peninggalan besar zaman keemasan Islam.

Masjid kuno di Konya umumnya terdapat makam syeikh atau ulama. Makam guru Jalaluddin Rumi, Syeikh Syamsi Tabrizi, terdapat di tengah kota. Konya pada 2016 menjadi kota wisata berwawasan Islam. Spanduk besar yang diletakkan di sebuah alun-alun menjadikan kawasan ini khusus. Terlihat pula antusias penduduk kota Konya untuk mengunjungi makam ulama, termasuk para wisatawan mancanegara.

Kota Konya kini menjadi kota yang berpadu antara yang antik dan yang modern. Masyarakatnya terbiasa dengan duduk-duduk di kafe dengan meminum teh di gelas yang berbentuk khas; kopinya pun istimewa. Makanan dan buah-buahannya terasa menyegarkan. Suvenir yang terkenal dari Konya adalah lokum atau Turkish delight dan hiasan bergambar dan berukir penari whriling dance yang disebut darwisy.

Restoran di dalam Gua
Kesempatan menikmati kota Konya sebenarnya berawal dari niat menghadiri seminar internasional bertemakan ”Peningkatan Kapasitas Perempuan dalam Pembangunan Nasional demi Memberdayakan Perempuan dan Keluarga”. Seminar ini terselenggara atas kerja sama Universitas Mevlana (baca: Mawlana) dengan Majelis Ilmuwan Muslimah. Tujuh akademisi dan ilmuwan muslimah dari Indonesia mempresentasikan buah pikiran dan hasil penelitian masing-masing. Seminar dua hari berjalan lancar dengan menggabungkan 21 narasumber dari Indonesia, Turki, India, Prancis, dan Iran. Kami pun tinggal di hotel bintang lima yang berdekatan dengan kampus.

Menarik bukan? Yuk simak kisah perjalanannya di Majalah Noor Vol. 16 tahun 2016 yaa!!

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

Al-Qur’an dan Hadits hari ini.

Sampaikanlah amanah kepada orang yang mempercayaimu dan janganlah kamu berkhianat kepada orang yang mengkhianatimu (HR Abu Dawud & Tirmidzi)

August 2016
M T W T F S S
« Jun   Nov »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

noormagazine © 2017 All Rights Reserved