Jangan Abaikan Gangguan Tiroid

Teks: Yudiana I Foto: Yudiana, dok. NooR.

“Kalau sekiranya Kami turunkan Alquran ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihat¬nya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah…” (QS. Al-Hashr/59:21).

”Dan Kami turunkan dari Alquran suatu yang menjadi penawar (obat) dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Alquran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.” (QS. Al-Isra’/17: 82). Demikianlah nukilan ayat Alquran dari Surat Al-Isra’ yang memang bisa memberi ketenangan dan kekuatan bagi orang yang beriman dalam menghadapi berbagai bencana maupun sakit. Mengapa (ayat-ayat) Alquran mampu memberi ketenangan? Karena sesuai dengan janji Allah Swt. bagi mereka yang jiwanya yakin, tenang, dan stabil, sel tubuh menjadi kuat dan tangguh dalam memperbaiki berbagai gangguan ataupun
penyakit yang menyerang di dalam jaringan tubuh. Tak terkecuali dengan Surat Al-Hashr/59 ayat 21 itu yang memiliki karakter menghancurkan semua sel kanker dan virus ganas. Begitulah
dahsyatnya Alquran sebagai penawar atau obat dari segala macam penyakit.

Selain dahsyatnya Alquran, selaku makhluk ciptaan-Nya, manusia juga diwajibkan berikhtiar secara keduniawian yaitu dengan berobat kepada dokter atau ahlinya. Tentu usaha keduniawian
untuk mendapatkan kesembuhan itu, selama usaha-usaha
tersebut sehat dan tidak sesat, sangat diperlukan karena ini merupakan bagian dari tawakal. Di dalam sebuah hadis disebutkan
juga, ”Setiap penyakit ada obatnya…” Hal ini mengandung pengertian bahwa pada hadis tersebut terdapat anjuran untuk berobat mengingat yang demikian itu (sakit) termasuk dari takdir
Allah. Karena itu, kedudukan pengobatan yang kita lakukan tidaklah lebih sebagai sebuah ikhtiar yang memang juga Allah Swt. perintahkan. Dalam praktik pengobatan ini setiap dokter
bekerja sesuai dengan kemampuannya, untuk selebihnya diserahkan kepada Allah Swt. Dengan demikian, kalau berkeyakinan akan sembuh dengan seizin Allah Swt., kita pun akan sembuh. Sebagaimana halnya ketika kita meyakini mengatasi rasa lapar dengan makan dan haus dengan minum.

Risiko gangguan kesehatan
Ketika sakit, kita – sebagai makhluk yang berakal dan pikiran – tentu berupaya sebisa mungkin untuk menghilangkan penyakit itu dari tubuh kita. Namun, dalam upaya menghilangkannya, kita tetaplah harus berpegang kepada aturan dan batasan. Sebagaimana halnya Allah dan Rasul yang telah menetapkan batasan tersebut, semisal berbekamlah atau berobatlah dengan habatus sauda. Demikian juga kita dianjurkan untuk berobatlah dengan madu. Tak terkecuali hal ini pun berlaku ketika mengalami (sakit) gangguan tiroid, kita dianjurkan untuk berobat dengan obat medis yang tepat.

Terkait dengan gangguan tiroid alias kelenjar gondok ini, ketika kelenjar tersebut bermasalah, sudah bisa dipastikan kinerja organ-organ tubuh juga menjadi terganggu. Pasalnya, kelenjar inilah yang berfungsi penting dalam memproduksi hormon organ-organ
tubuh manusia. ”Gangguan tiroid pada usia dewasa dapat mengakibatkan risiko gangguan kesehatan seperti gangguan
jantung, osteoporosis, dan infertilitas. Pada ibu hamil lain lagi risikonya. Adanya gangguan tiroid dapat meningkatkan risiko keguguran dan kelahiran prematur. Begitu pula gangguan
tiroid yang tidak ditangani secara cepat dan tepat dapat mempengaruhi kualitas kehidupan sehari-hari seseorang
hingga bisa berujung pada kematian,” papar Dr. dr. H. Imam Subekti, Sp.PD., KEMD. ”Kelenjar tiroid memproduksi hormon yang dapat mempengaruhi setiap sel, jaringan, dan organ-organ
tubuh. Hormon tersebut akan membantu tubuh untuk menggunakan energi agar tetap hangat serta membuat
otak, jantung, otot, dan organ lainnya bekerja sebagaimana
mestinya,” imbuh dr. Imam sambil menyebut seperti bagian tubuh lainnya, tiroid yang mengalami gangguan, bahkan, dapat ditumbuhi
sel kanker yang berbahaya.

Berbagai tingkatan usia
Menurut dokter spesialis penyakit-dalam dari Divisi Metabolik Endokrin FK-UI/RS Cipto Mangunkusumo ini, gangguan tiroid dapat menyerang seluruh individu dengan tingkatan usia yang berbeda. Meski bisa menyerang tingkatan usia berbeda, kelompok perempuan ditengarai memiliki tingkat risiko lebih besar daripada laki-laki berdasarkan studi epidemiologi. Selain perempuan,
ada pula kelompok khusus yang kemungkinan lebih berisiko terkena gangguan tiroid. Mereka itu yang memiliki kelainan autoimun seperti orang yang menderita sakit lupus maupun diabetes melitus tipe satu. ”Risiko mengalami gangguan tiroid menjadi lebih besar. Hal ini disebabkan penyakit autoimun yang menganggap kelenjar gondok menjadi musuh,” kata dokter yang menamatkan studi spesialis penyakit dalamnya di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia seusai konferensi pers Waspada Gangguan Tiroid di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Dikatakan dr. Imam, gejala dini paling sering yang dialami orang dengan gangguan tiroid adalah terdapatnya benjolan. Munculnya benjolan ini bisa menjadi pertanda hipertiroid, hipotiroid,
gangguan dalam bentuk peradangan sampai kanker. ”Sejauh ini ada dua jenis gangguan (fungsi) tiroid, yakni hipertiroid dan hipotiroid.
Hipertiroid disebabkan karena kelenjar memproduksi
terlalu banyak hormon, sedangkan hipotiroid merupakan sebuah kondisi produksi hormon tiroid yang kurang.” ”Gejala yang biasa dialami penderita hipertiroid antara lain jantung berdebar cepat, lebih sering buang air besar, berat badan turun, menstruasi tidak teratur, dan mudah tersinggung,” imbuh dokter yang aktif di organisasi Persatuan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia
(PAPDI) ini. Sedangkan gejala penderita hipotiroid antara lain gemetar jari tangan, berkeringat banyak walau berada dalam suhu yang dingin, nyeri otot dan sendi, dan depresi. ”Penyebab
gangguan fungsi tiroid bisa karena genetik, lingkungan (perokok atau orang yang tinggal di kawasan tinggi atau rendah yodium),
dan endogen (penyebab dari dalam tubuh sendiri),” ujar dr. Imam. Sementara itu, di mata dr. Aman Bhakti Pulungan, Sp.(A).K., anak-anak pun tak lepas dari risiko terserang gangguan tiroid. Hormon tiroid pada anak-anak peranannya penting untuk perkembangan
otak dan tumbuh kembang si anak tersebut. ”Gangguan (kelenjar) tiroid bisa muncul sejak lahir (hipotiroid kongenital) dan dapat mengakibatkan kelainan retardasi mental pada bayi yang baru dilahirkan,” pungkas Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) ini.

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

Al-Qur’an dan Hadits hari ini.

Sampaikanlah amanah kepada orang yang mempercayaimu dan janganlah kamu berkhianat kepada orang yang mengkhianatimu (HR Abu Dawud & Tirmidzi)

August 2016
M T W T F S S
« Jun   Nov »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

noormagazine © 2017 All Rights Reserved