Hijaber Penjemput Mimpi

Teks: Yudiana I Foto: Ramsy & Dok.Tim elhijab

Film Love Sparks in Korea tidak saja menjual kisah cinta tapi juga inspirasi dan semangat hidup dalam mewujudkan mimpi di tengah keterbatasan yang ada pada tokoh utamanya.

Diproduksi Rapi Film, film ini mampu menyuguhkan cerita yang terinspirasi dari kisah personal penulis novelnya, Asma Nadia. Sosok Asma Nadia sendiri – sedikit banyak – bisa terwakili lewat tokoh Rania Timur Samudra yang dimainkan apik oleh Bunga Citra Lestari. Masa kecil penulis novel best seller kelahiran Jakarta, 26 Maret 1972 ini dijalaninya dengan tinggal bersama orang tua tercinta di pinggiran rel kereta api. Asma juga kerap sakit-sakitan dan sempat divonis dokter bermasalah dengan kesehatan tubuhnya. Ia ditengarai mengalami gangguan kesehatan di paru-parunya, jantungnya, dan sempat gegar otak hingga mengidap tumor. Namun, dengan kerja keras dan semangat tak mudah menyerah karena keadaan, Asma pun dengan kebisaan menulisnya mampu mengantarkannya berkeliling ke 60 negara dan 310 kota di dunia. Tidak semua negara dan kota di dunia digambarkan dalam film Love Sparks in Korea. Hanya petualangan ke Korea Selatan-lah yang menjadi fokus perjalanan tokoh Rania di film itu. Untuk semakin menarik penonton, film ini juga dibumbui kisah fiksi, di luar kisah seorang Asma Nadia.

Di manakah fiksinya? Bumbu kisah pertautan hati antara Rania dan Hyun Geun – yang diperankan baik oleh Morgan Oey – di situlah fiksinya. Pasalnya, dalam dunia nyata sang penulis novel ketika melakukan perjalanan dunianya itu sudah tidak melajang statusnya. Bukan semata soal kisah fiksinya yang menjadi daya tarik film garapan Guntur Soeharjanto, sang sutradara, melainkan juga unsur lokasi pembuatan film yang menawarkan keindahan panorama di dua negara yaitu Korea Selatan dan Indonesia sendiri. Di Korea Selatan, Provinsi Gangwon menjadi lokasi syuting Love Sparks in Korea. Sedangkan di tanah air selain Taman Nasional Baluran, Situbondo; adalah juga Kawah Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur, disasar sebagai bidikan kamera kru film. Love Sparks in Korea, yang skenario filmnya dipercayakan kepada Alim Sudio itu, tayang pada momen Lebaran ini.

Tantangan Tersendiri
Berperan sebagai Rania adalah menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi Unge, sapaan akrab Bunga Citra Lestari. Pasalnya, dalam film ini ditampilkan kepada penonton sisi lain pesona seorang Bunga Citra Lestari. Bagi Unge pribadi, tak menjadi soal dengan tampilannya yang sama sekali berbeda dari tampilan di film-film sebelumnya. Dengan hijabnya, Unge justru terlihat lebih cantik. Inilah untuk pertama kalinya, penyanyi lagu Cinta Sejati ini tampil berjilbab di dunia akting. Dengan perannya itu, Unge sejatinya ingin lebih memaksimalkan kemampuan aktingnya. Di mata istri Ashraf Sinclair ini, sebagai seorang aktris, dirinya harus bisa menjadi tokoh apa pun. ”Termasuk menjadi Rania. Hijabnya bukan menjadi penghalang seorang muslimah untuk beraktivitas di luaran sana. Ia masih bisa travelling, mencari ilmu, dan mengunjungi ratusan kota di dunia. Belum lagi Rania juga punya keterbatasan karena sakit yang diidapnya,” ujar Unge kepada NooR dalam sebuah sesi foto di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Diakui ibu satu orang anak ini, ada hikmahnya ia berhijab dalam film Love Sparks in Korea ini. Selain jatuh hati kepada sosok Rania, suatu saat dirinya berharap mendapat ibrah dari film yang dibintanginya kali ini.”Doakan saja saya suatu hari nanti bisa benar-benar berhijab. Kalau sekarang saya belum siap. Yang saya rasakan juga dari film ini adalah semangat muslimah yang menginspirasi dan ketakjuban saya terhadap fighting spirit-nya hijaber.” Menurut ibunda Noah Sinclair ini, Rania adalah sosok muslimah mandiri dan tidak melulu bergantung kepada laki-laki. Karena itu, ketika tawaran peran Rania disodorkan kepadanya, Unge pun tak ingin menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Terlebih, ia juga menginginkan peran yang tidak biasa. ”Ini bukan cerita poligami, atau sesuatu yang kontroversi. Ini sebuah kisah hidup seseorang yang dengan hijabnya mempunyai mimpi besar dan menginspirasi. Selain itu, suami dan anak saya juga excited melihat tampilan baru saya. Mereka senang dan mendukung kalau saja, suatu hari nanti, saya berhijab.”

Rasa senang juga melingkupi Tasya Nur Medina yang berperan sebagai Tia, kakak tertua Rania. Senyum semringahnya terlihat jelas karena bisa satu scene dengan suami dan anak semata wayangnya, Keefe. ”Karena bermain dengan suami sendiri sehingga saat ada adegan pegang-pegangan tangan pun, tak jadi soal. Tetap halal di dalam dan di luar film,” tutur istri Ferry Ardiansyah ini, sedikit tergelak. Ihwal pengalamannya berakting ini, Tasya pun berujar, ”Alhamdulillah ini tantangan untuk saya di luar profesi sebagai desainer busana muslimah. Saya senang karena banyak mendapat masukan, bagaimana akting yang baik itu, dari aktris sekelas Ibu Dewi Yull. Saya awalnya grogi sekali. Jangankan beradu akting dengan Ibu Dewi, waktu ada scene pertama kali dengan Giring Ganesha dan Indra Bekti saja, saya sudah deg-degan dan gemetaran. Apalagi di adegan itu ada dialognya.Wah, sempat stres juga saya. Maklum, saya ’kan minim sekali dalam urusan akting.” Di mata Tasya, film Love Sparks in Korea menyuguhkan misi dan pesan moral sangat positif bagi muslimah berhijab. Kisah tentang keluarga, percintaan, semangat hidup, dan meraih impian, semua teramu apik.”Kalau kita punya cita-cita jangan takut untuk bermimpi.Kejar mimpi itu supaya bisa terwujud,” tegas Tasya.

Kisah Cinta Islami
Misi dan pesan Love Sparks in Korea tidaklah tergolong berat. Setidaknya, itu juga yang dirasakan Unge. Film ini beralurcerita cinta dengan bumbu islami. Termasuk menggambarkan bagaimana seorang muslimah itu bisa menentukan masa depannya. Sedangkan hijabnya bukanlah penghalang untuk tetap bisa berkiprah tanpa keluar dari jalan Allah Swt. Secara pribadi, Unge juga merasakan adanya kesatuan pikiran antara dirinya dan Rania.”Saya melihatnya, film ini menunjukkan sebuah kekuatan perempuan. Sementara dari segi cintanya, tetap berjalan di koridor Islam.”

Demikian juga dengan pendalaman karakter, Unge lebih banyak menyelami sosok Asma Nadia sendiri. Menurut pemeran Ainun Habibie ini, Rania adalah Asma Nadia. Karena itu, tak heran kalau kemudian Asmalah yang dijadikan observasinya untuk bisa mendapatkan ”ruh” Rania. Secara kebetulan juga Unge memiliki karakter tak jauh beda dengan Asma. ”Yang makin membuat ’klik’ karena bintang saya dan Mbak Asma sama ternyata. Alhamdulillah, itu juga yang membuat pekerjaan saya untuk berperan sebagai Rania menjadi lebih mudah,” ucap Unge. Beruntungnya Unge lagi karena dirinya bisa dengan mudah melihat sparks-nya seorang Asma Nadia.

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

Al-Qur’an dan Hadits hari ini.

Sampaikanlah amanah kepada orang yang mempercayaimu dan janganlah kamu berkhianat kepada orang yang mengkhianatimu (HR Abu Dawud & Tirmidzi)

August 2016
M T W T F S S
« Jun   Nov »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

noormagazine © 2017 All Rights Reserved