BIOGAS, Energi Alternatif Ramah Lingkungan

Archivo base

Teks: Shiera/berbagai sumber I Foto: istimewa.

Cadangan sumber energi dari fosil yang semakin menipis menuntut manusia menghasilkan sumber energi baru, salah satunya biogas. Tidak harus menunggu ribuan tahun untuk menghasilkan sumber energi yang satu ini.

Beberapa tahun terakhir ini energi merupakan persoalan yang krusial di dunia. Peningkatan permintaan energi yang disebabkan pertumbuhan populasi penduduk dan ketersediaannya yang makin menipis serta permasalahan emisi gas rumah kaca menjadi masalah yang dihadapi masyarakat global. Selain itu, peningkatan harga minyak dunia juga menjadi alasan serius. Berbagai upaya pencarian akan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan dan dapat diperbaharui pun terus dilakukan. Banyak kalangan yang berlomba-lomba mengembangkan sumber energi baru. Sebut saja energi panas matahari, energi air, energi nuklir, dan energi gas bumi. Namun, untuk mengembangkan semua energi tersebut butuh biaya yang tidak sedikit.

Dengan potensi luas wilayah Indonesia yang begitu besar, sebenarnya ada cara yang jauh lebih murah yakni dengan memanfaatkan sumber gas bio seperti air buangan rumah tangga, kotoran manusia, kotoran cair dari peternakan ayam, kambing, dan sapi, sampah daun, sayuran, dan kulit buah-buahan, serta limbah cair dari pabrik industri tertentu. Tampaknya hal ini perlu dilakukan karena di Indonesia sisa sampah dan limbah begitu banyak. Selain itu, penerapan dari inovasi teknologi biogas tidaklah terlalu sulit mengingat peranti yang dibutuhkan cukup sederhana.

Berikut gambaran sederhana rangkaian untuk membuat biogas sehingga kotoran dan sampah organik yang semula berbau berubah menjadi tidak berbau:

Menyediakan wadah atau bejana untuk mengolah kotoran dan sampah organik yang akan dijadikan bahan bakar biogas. Jika hanya diperuntukkan secara pribadi cukup menggunakan bak yang terbuat dari bak semen atau tangki yang terbuat dari fibreglas yang disebut biodigester. Sedangkan jika diperuntukkan untuk banyak orang diperlukan wadah yang jauh lebih besar.

Kemudian mencampurkan kotoran dan sampah organik dengan air. Biasanya campuran menggunakan perbandingan 1:1 atau bisa juga 1:1,5. Di sini air sangat berperan penting dalam proses biologis pembuatan biogas.

Temperatur udara juga perlu diperhatikan karena menyangkut hidup bakteri sebagai pemroses biogas agar menghasilkan CH4 (gas metan) dan CO2 (karbondioksida). Dengan temperatur 27-28 Celcius proses pembuatan biogas akan berjalan sesuai dengan waktunya.

Untuk mendapatkan biogas yang diinginkan, bak penampung kotoran dan sampah organik harus bersifat anaerobik. Dengan kata lain, tangki harus tertutup rapat tidak boleh ada oksigen dan udara yang masuk; sehingga kotoran dan sampah organik yang dimasukkan ke dalam bioreaktor bisa dikonversi mikroba. Keberadaan udara menyebabkan gas CH4 tidak akan terbentuk.

Setelah didiamkan selama satu minggu terlebih dahulu, gas metan sudah terbentuk dialirkan ke tempat penampungan gas. Tempat penampungan ini bisa berupa kantung plastik berukuran besar atau tabung dari fibreglass. Dari wadah penampungan ini, gas metan siap dialirkan untuk keperluan memasak. Namun, karena sifat biogas yang tidak berwarna, tidak berbau, dan sangat cepat menyala, ada hal yang harus diperhatikan ketika memanfaatkan biogas. Salah satunya penampungan biogas harus selalu berada jauh dari sumber api.

Manfaat Biogas
Pemanfaatan energi terbarukan sebagai pengganti bahan bakar konvensional dipercaya ramah lingkungan dan sangat menguntungkan karena mampu memanfaatkan alam tanpa merusaknya. Otomatis siklus ekologi pun tetap terjaga. Biogas saat ini memang lebih banyak dimanfaatkan untuk skala rumah tangga tapi tidak menutup kemungkinan dapat dimanfaatkan di skala yang lebih besar (komunitas). Hal ini karena begitu banyak keuntungan yang akan didapat dengan pemanfaatan biogas, di antaranya:

  • Mengurangi penggunaan bahan bakar seperti gas, kayu, dan minyak tanah yang sering dipakai oleh rumah tangga atau komunitas. Jika secara ekonomi, kita otomatis bisa menghemat pengeluaran biaya energi memasak.
  • Dari segi lingkungan sisa pembuatan biogas • yang berasal dari kotoran dan sampah dapat menghasilkan pupuk organik berkualitas tinggi dan tidak mengandung bahan kimia yang berbahaya pada hasil produksi pertanian.
  • Memanfaatkan sampah lingkungan. Anda pasti mengetahui berapa banyak sampah yang dihasilkan setiap harinya. Jangankan dari sampah pabrik, sampah rumah tangga pun sangat menumpuk. Proses daur ulang pun sepertinya tidak cukup membantu. Dengan adanya biogas, kotoran dan sampah ini dapat diurai. Lingkungan pun menjadi lebih bersih dan bebas dari bau tidak sedap akibat penumpukan sampah.
  • Meningkatkan kualitas udara. Dengan menggunakan energi biogas, komposisi karbon dan asap dapat berkurang secara signifikan.
  • Pembangkit tenaga listrik. Sebagai salah satu bahan bakar alternatif, satu meter kubik biogas kira-kira dapat menghasilkan 6.000 Watt listrik per jamnya.
  • Menyeimbangkan kandungan alam di dalam bumi.

Tak ada salahnya kita mulai mencoba menggunakan inovasi teknologi alternatif energi bahan bakar terbarukan ini di lingkungan tempat tinggal. Pasalnya, kita bukan hanya dapat meringankan biaya operasional melainkan juga bisa mengubah pandangan dunia internasional bahwa Indonesia adalah negara yang tidak bergantung kepada sumber bahan bakar fosil.

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

Al-Qur’an dan Hadits hari ini.

Sampaikanlah amanah kepada orang yang mempercayaimu dan janganlah kamu berkhianat kepada orang yang mengkhianatimu (HR Abu Dawud & Tirmidzi)

August 2016
M T W T F S S
« Jun   Nov »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

noormagazine © 2017 All Rights Reserved