Semangat Taufan Untuk Pasien Anak Penyakit Resiko Tinggi

Yayasan Komunitas Taufan

078-080 komunitas-1

Teks: Shiera I Foto: Dok. YKT

Berawal dari kehilangan anak akibat kanker darah, seorang ibu mendedikasikan hidupnya untuk membantu pasien anak penderita kanker dan orang tua mereka.

Mama Taufan, begitu perempuan bernama lengkap Yeni Dewi Mulyaningsi ini akrab disapa. Dia adalah sumber inspirasi bagi banyak relawan. Kala itu, Yeni merawat anaknya, Taufan, yang merupakan pasien leukemia. Selama dua tahun, ia berjuang di RSCM hingga akhirnya Taufan kembali ke pangkuan Allah, 1 Mei 2013.
Meskipun berat rasanya, Yeni lama-lama akhirnya bisa mengikhlaskan kepergian putranya. Rasa ikhlas tersebut lalu tumbuh menjadi empati. Atas dorongan seorang relawan bernama Zack Petersen, seorang berkebangsaan Amerika, sebulan kemudian, Yeni kembali lagi ke bangsal tempat anaknya pernah dirawat, untuk menjadi relawan.   Selain Zack Petersen, Yeni juga dibantu Andriana selaku donatur. ”Zack Petersen adalah seorang relawan yang men-support Taufan ketika berjuang melawan penyakitnya.”

”Berkat dorongannya jugalah saya akhirnya mendirikan Komunitas Taufan pada 14 Desember 2013. Saya tahu betul bagaimana beratnya perjuangan orang tua di rumah sakit. Betapa besar pengorbanan yang mereka harus lakukan agar anaknya mendapatkan pengobatan layak dalam jangka waktu lama,” ungkap Ketua Yayasan Komunitas Taufan (YKT) ini.

Program Mencerahkan
Satu per satu relawan dan donatur kemudian bergabung ingin membantu perjuangan para pasien cilik di rumah sakit. Setelah dilegalkan menjadi sebuah yayasan pada 29 September 2014, Yeni dibantu beberapa orang di antaranya Ren Refly (pendiri) yang tak lain adalah suaminya sendiri. Begitu juga H. Mirza Thaher dan Reff Rizon (pembina), Dra. Hj. Subardiah (pengawas), Prof. Ervizal A.M. Zuhud (penasihat) dan Andriana, Wibowo Sulistio, Yuanita Rosianti, dan Maya Martini (pengurus).
Berbagai program inti pun disusun Yeni bersama timnya seperti #HomeVisit, #SupportVisit, dan #BangsalVisit. Tak hanya itu, Yeni juga membuat program ad hoc di antaranya #FunTrip, #SantunanPasienMandiri, #KamuBisa, #CharityArtFestival, #PeduliKankerAnak, #Care4. Pada momen-momen tertentu, YKT juga menyelenggarakan acara besar seperti mengumpulkan tiga ribu boneka untuk anak-anak pasien kanker atau mengajak pergi bermain ke tempat wisata. ”Selain itu, ada sekitar 30 relawan yang terbagi dalam empat divisi yang juga membantu menjalankan program YKT. Untuk 2016, kami juga dibantu 68 relawan dalam kegiatan rutin setiap minggunya,” tambahnya.
Sedangkan untuk menjalankan kegiatannya, Yeni mengungkapkan jika YKT bersama relawan harian selalu mengatur jadwal kunjungan ke berbagai tempat. Gunanya agar terus bisa mengetahui kondisi terkini pasien dampingan. ”Karena kebanyakan pasien dampingannya tersebar di Jabodetabek maupun kota-kota di Indonesia lainnya. Karena itu, YKT melakukan pendampingan kepada pasien tidak dalam satu rumah. Namun, lebih sering berkeliling. Baik itu dari satu rumah sakit ke rumah sakit lainnya, di tempat kos, maupun di rumah pasien sendiri.”

Ingin tahu lebih dalam bagaimana kisah inspiratif yang ada di Yayasan Komunitas Taufan? Baca selengkapnya di Majalah Noor Vol. 15 tahun 2016 yaa

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

Al-Qur’an dan Hadits hari ini.

Sampaikanlah amanah kepada orang yang mempercayaimu dan janganlah kamu berkhianat kepada orang yang mengkhianatimu (HR Abu Dawud & Tirmidzi)

June 2016
M T W T F S S
« May   Aug »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

noormagazine © 2017 All Rights Reserved