Seberapan Perlu Antibiotik?

084-086 Info kesehatan-1

Teks: Yudiana I Foto: Yudiana, istimewa

Penggunaan antibiotik yang tak berdasarkan rekomendasi dokter akan membuat kuman menjadi kebal terhadap antibiotik. Alhasil, antibiotik pun tak lagi ampuh membunuh kuman.

Saat dokter meresepkan penggunaan antibiotik, butuh sikap proaktif dan kritis pasien dalam hal ini. Pasalnya, pasien pun berhak mendapatkan perlindungan kesehatannya yang terbaik.
Karena itu, pasien yang cerdas adalah mereka yang memiliki
kesadaran tinggi terhadap kesehatannya. Bila dokter meresepkan obat, ia tak sungkan mempertanyakannya secara lebih detail. Dengan cara ini kesalahan penggunaan obat, khususnya antibiotik, pun bisa diminimalisasi. Demikian juga pemakaian antibiotik
yang tidak berdasarkan petunjuk dokter dapat membuat kemampuan obat tersebut dalam membunuh kuman menjadi berkurang. Karena itu, sebaiknya jangan coba-coba melakukan
pengobatan (antibiotik) sendiri. Tak heran kalau kesehatan dan keselamatan jasmani dan ruhani manusia menjadi skala prioritas perhatian Islam, khususnya terhadap kesalahan penggunaan obat sebagai penawar sakit.

Dalam hadis Nabi yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim disebutkan, ”Tidaklah menimpa seorang muslim satu kelelahan, kesakitan, kesusahan, kesedihan, gangguan, dan gundah gulana
sampai terkena duri, maka itu semua menjadi penghapus dosa dan kesalahannya.” Alhasil, sikap yang paling tepat bagi seorang
mukmin ketika diuji dengan kemalangan atau sakit adalah bersabar
menjalaninya dan teruslah berusaha mencari obat untuk itu. Tentu saja dengan usaha pengobatan yang tidak melenceng dari koridor ajaran Islam. Jadi, wajar saja kalau orang yang sakit menginginkan untuk cepat sembuh. Untuk itu, dibutuhkan ikhtiar dengan cara berkonsultasi kepada dokter ahli dan mengonsumsi obat-obatan.
Selain kita pun dimintakan untuk menyempurnakan ikhtiar yang kita lakukan tersebut dengan berdoa, memohon kepada Allah Swt. untuk kesembuhan atas penyakit yang diderita. Namun, demi kesembuhannya ini bukan berarti pasien bisa menerima begitu saja pemberian (obat-obatan) antibiotik oleh dokter. Terlebih, antibiotik memang tak jarang diresepkan dokter untuk mempercepat penyembuhan itu.

Resistensi obat
Sebagai pasien yang baik, siapa pun haruslah memastikan ihwal sudah tepat tidaknyakah pemberian (resep) antibiotik oleh dokter yang bersangkutan dalam hal ini. Pasalnya, pemberian antibiotik
yang tidak tepat oleh dokter bisa menimbulkan efek buruk terhadap kesehatan si pasien. Sesungguhnya seberapa perlukah pemberian antibiotik itu untuk pasien? Demikian juga apa dan bagaimana sesungguhnya antibiotik itu? Dalam pandangan dr. Salman Paris, Sp.PD., antibiotik adalah suatu obat yang dapat digunakan untuk membunuh suatu bakteri atau kuman saja, bukan untuk membunuh
virus ataupun jamur. Bakteri yang dimaksudkan di sini adalah yang bersifat aerob maupun yang anaerob. ”Antibiotik ini juga merupakan substansi yang dihasilkan oleh mikroorganisme,
yang dalam konsentrasi rendah mampu menghambat pertumbuhan atau membunuh mikroorganisme lain. Pemberian atau penggunaan antibiotik tidak boleh sembarangan. Itu hanya bisa didapatkan
dengan resep dokter. Peresepan antibiotik yang tidak sesuai dengan
indikasi justru akan menyebabkan resistensi (kebal) obat,” papar dokter spesialis penyakit dalam di Rumah Sakit Tugu Ibu, Cimanggis, Depok, ini ramah. Dengan kata lain, antibiotik digunakan untuk mengobati kasus infeksi yang disebabkan oleh bakteri, bukan oleh infeksi akibat virus seperti flu. Bahkan, untuk menekan penggunaan antibiotik yang berlebihan, infeksi akibat bakteri yang bisa sembuh dengan sendirinya juga tidak memerlukan (pemberian) antibiotik. Penggunaan antibiotik yang serampangan menjadi penyebab bakteri yang semula dapat dengan mudah diobati – lewat pemberian jenis antibiotik ringan – akan bermutasi dan menjadi kebal sehingga pengobatannya membutuhkan jenis antibiotik yang lebih kuat.

Resistensi obat
Sebagai pasien yang baik, siapa pun haruslah memastikan ihwal sudah tepat tidaknyakah pemberian (resep) antibiotik oleh dokter yang bersangkutan dalam hal ini. Pasalnya, pemberian antibiotik
yang tidak tepat oleh dokter bisa menimbulkan efek buruk terhadap kesehatan si pasien. Sesungguhnya seberapa perlukah pemberian antibiotik itu untuk pasien? Demikian juga apa dan bagaimana sesungguhnya antibiotik itu? Dalam pandangan dr. Salman Paris, Sp.PD., antibiotik adalah suatu obat yang dapat digunakan untuk membunuh suatu bakteri atau kuman saja, bukan untuk membunuh
virus ataupun jamur. Bakteri yang dimaksudkan di sini adalah yang bersifat aerob maupun yang anaerob. ”Antibiotik ini juga merupakan substansi yang dihasilkan oleh mikroorganisme,
yang dalam konsentrasi rendah mampu menghambat pertumbuhan atau membunuh mikroorganisme lain. Pemberian atau penggunaan antibiotik tidak boleh sembarangan. Itu hanya bisa didapatkan
dengan resep dokter. Peresepan antibiotik yang tidak sesuai dengan
indikasi justru akan menyebabkan resistensi (kebal) obat,” papar dokter spesialis penyakit dalam di Rumah Sakit Tugu Ibu, Cimanggis, Depok, ini ramah. Dengan kata lain, antibiotik digunakan untuk mengobati kasus infeksi yang disebabkan oleh bakteri, bukan oleh infeksi akibat virus seperti flu. Bahkan, untuk menekan penggunaan antibiotik yang berlebihan, infeksi akibat bakteri yang bisa sembuh dengan sendirinya juga tidak memerlukan (pemberian) antibiotik. Penggunaan antibiotik yang serampangan menjadi penyebab bakteri yang semula dapat dengan mudah diobati – lewat pemberian jenis antibiotik ringan – akan bermutasi dan menjadi kebal sehingga pengobatannya membutuhkan jenis antibiotik yang lebih kuat.

Penasaran dengan bagaimana kelanjutannya? Baca selengkapnya di Majalah Noor Vol. 15 tahun 2016 !

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

Al-Qur’an dan Hadits hari ini.

Sampaikanlah amanah kepada orang yang mempercayaimu dan janganlah kamu berkhianat kepada orang yang mengkhianatimu (HR Abu Dawud & Tirmidzi)

June 2016
M T W T F S S
« May   Aug »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

noormagazine © 2017 All Rights Reserved