Peran Perempuan

026-027 focus SAS-1

Teks: SAS I Ilustrasi: Istimewa

Perempuan boleh saja mencapai karier dan menorehkan prestasi setinggi-tingginya, asalkan tetap bisa menjaga keseimbangan dalam keluarga.

Jumlah penduduk perempuan dan laki-laki yang hampir sama menuntut perempuan untuk turut mendukung usaha membangun negara dan menjalankan roda pemerintahan. Manusia adalah komoditas utama dalam suatu usaha. Tanpa sumber daya manusia suatu perusahaan tak akan dapat digerakkan. Tenaga perempuan sering kali diperlukan di bidang-bidang yang membutuhkan ketelitian. Masih banyak tenaga dan keahliannya yang sampai saat ini belum tereksploitasi, karena kurangnya pendidikan dan pengetahuan, terutama di kota-kota besar.
Sedangkan di desa, dengan para petaninya yang sehari-hari menggarap ladang atau sawah, perempuan berdampingan dengan laki laki menanam dan memanen bersama. Pergeseran menjadi masyarakat industri dan perpindahan penduduk ke kota kota besar mengganggu keseimbangan kehidupan yang selaras dengan alam. Di desa kebutuhan hidup hampir semua dapat dipenuhi sendiri dan masyarakat tidak menuntut banyak komoditas untuk melengkapi hidupnya.
Berbeda dengan kehidupan di kota yang menuntut seorang suami bekerja dari pagi hingga petang, suami-istri bahkan sering kali terpaksa bekerja seharian di tempat yang jauh, untuk dapat memenuhi kebutuhan keluarga. Di sinilah terjadi ketimpangan saat kebersamaan suatu keluarga dikorbankan. Persaingan dagang, budaya kota besar yang tidak ramah, dan semrawutnya kehidupan kota membuat keluarga menderita. Bila di kampung mereka memiliki rumah dan tanah sendiri, di kota mereka terpaksa hidup sekeluarga dikontrakan yang sempit dan pengap. Pemerintah pun belum dapat memberi jaminan kesehatan dan kesejahteraan bagi warganya. Kalau di kampung banyak kerabat yang dapat mengasuh anak saat orang tuanya bekerja, di kota anak sering kali ditelantarkan.

Perhatian Pemerintah
Indonesia yang mayoritas penduduknya muslim tapi kesejahteraan sosialnya seperti jauh panggang dari api. Negara kita sebenarnya kaya tapi pengelolaannya yang belum maksimal, karena kepentingan-kepentingan para penguasa yang belum amanah. Di Amerika Serikat setiap perempuan yang bekerja dapat menitipkan anaknya di sekolah atau penitipan khusus dengan pengasuh terlatih. Setiap ibu hamil mendapatkan jatah makanan khusus. Setiap tiga bulan ditimbang berat badannya, diberi penyuluhan soal kandungan dan bayinya, dan berkonsultasi dengan ahli gizi. Ahli gizi pun akan memberinya kupon untuk mengambil makanan sehat.
Saat bayinya lahir dan tidak ada kerabat yang membantu, ada pekerja sosial yang berkunjung untuk membimbing dan memberi masukan mengenai perawatan bayi. Begitu juga ada seorang ahli jiwa yang mendampingi seorang ibu dalam menyesuaikan diri dengan perubahan dalam hidupnya. Kematian ibu dan anak di Indonesia masih amat tinggi dan kelihatannya belum ada solusi yang jelas. Bagi anak-anak balita pun mendapatkan perhatian serupa dengan pemberian gizi tambahan dan penyuluhan bagi orang tua saat golden age anak. Di Jerman, saat melahirkan seorang ibu pembayar pajak mendapat tunjangan. Anaknya mendapat uang bulanan sampai berusia 18 tahun.
Perempuan boleh saja bahkan harus berdampingan dengan laki-laki, baik bekerja di rumah maupun di luar rumah asalkan dapat mengatur dengan baik keseimbangan dalam keluarga. Secara kodrat, perempuan mampu multitasking.
Kita beruntung kalau ada kerabat yang dapat membantu jalannya roda rumah tangga. Namun, harapan kita, pemerintah melalui Kementerian Sosial dan Kementerian Kesehatan membina kesejahteraan warganya dengan lebih sempurna.
”Katakanlah, ’Allah yang mencukupi saya. Kepada-Nya menyerahkan diri orang-orang yang mau menyerahkan diri. Tiadakah mereka mengetahui bahwa Allah melapangkan dan menyempitkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya tentang yang demikian itu menjadi tanda-tanda bagi kaum yang mau beriman’.” (QS. Az-Zumar/39: 38 dan 52).

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

Al-Qur’an dan Hadits hari ini.

Sampaikanlah amanah kepada orang yang mempercayaimu dan janganlah kamu berkhianat kepada orang yang mengkhianatimu (HR Abu Dawud & Tirmidzi)

June 2016
M T W T F S S
« May   Aug »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

noormagazine © 2017 All Rights Reserved