Nevi Zuairina, Pejuang Ekonomi untuk Perempuan Minang

Nevi Zuairina, Istri Gubernur Sumatera Barat.

068-070 pearl of life-1

Teks: Ade I Foto: Ramsy & dok. Pemrov Sumatera Barat

Tugas sebagai istri gubernur, membuat ibu 10 anak ini memiliki impian besar untuk perempuan di daerah yang dipimpin sang suami. Dia bertekad, perempuan Minang tidak hanya berdaya untuk keluarga tapi juga untuk agama dan bangsa.

Bertemu dengan perempuan inspiratif dari Sumatera Barat ini, tidak hanya menjadikan pertemuan menjadi penuh makna, tapi juga memberi banyak pelajaran berharga. Sebagai ibu 10 anak, sekaligus pendamping orang nomor satu di Provinsi Sumatera Barat, sudah terbayang bagaimana kesibukan Nevi sehari-hari. Belum lagi tanggung jawabnya sebagai ketua dan penasihat di berbagai organisasi perempuan yang ada di Sumatera Barat. Namun, kesibukan itu tidak membuatnya abai terhadap pendidikan anak-anaknya terutama yang berkaitan dengan penanaman nilai-nilai Islam. Hal ini terlihat dari kesepuluh anaknya yang mampu menghafal kandungan Alquran. Masya Allah.
“Bagi saya dan suami, pendidikan agama itu adalah hal yang paling penting dan menjadi fondasi utama. Mengingat Bapak juga seorang psikolog, jadi kami bisa menjadi tim yang solid dalam pengasuhan anak. Setiap minggu, kami selalu menjaga hafalan Alquran anak-anak dengan melakukan kajian Alquran bersama-sama,” ujar Nevi, saat ditemu di sela-sela kesibukannya menjadi tuan rumah di sebuah acara pameran kerajinan terbesar di Indonesia.
Tidak hanya menjadikan dirinya sebagai madrasah pertama bagi anak-anaknya, Nevi juga aktif menularkan virus mencintai Alquran kepada warganya lewat berbagai kegiatan. Selain itu, Nevi juga tidak pernah mengenal lelah untuk mengantarkan perempuan Minang menjadi perempuan mandiri dan percaya diri.
”Muslimah Indonesia, terutama di Sumatera Barat, kini memiliki kesadaran sangat besar untuk menjadi muslimah yang sesuai dengan Alquran dan hadis. Mereka melakukan banyak kegiatan positif yang dapat meningkatkan kesejahteraan keluarganya. Sambil mengasuh anak, tapi banyak ibu yang tetap bisa membantu perekonomian keluarganya. Sambil membesarkan anak, mereka tetap menjadi penunjang ekonomi keluarga,” imbuh kelahiran 20 Desember 1965 ini.

Filosofi Bundo Kanduang
Lahir dan besar di Jakarta, lulusan FMIPA Universitas Indonesia ini juga memaparkan bahwa kegiatan mendampingi seorang gubernur juga menuntutnya belajar banyak hal, terutama yang berkaitan dengan adat dan budaya masyarakat setempat. Meski darah Minang mengalir di tubuhnya, Nevi juga harus lebih banyak menggali tentang potensi perempuan Minang yang selama ini belum dieksplorasi dengan baik.
”Alhamdulillah, masyarakat Minang memegang kuat filosofi bundo kanduang atau sistem matrilineal yang mengutamakan peran perempuan. Jadi, misi edukasi dan sosialisasi tentang pemberdayaan ekonomi bisa lebih mudah diberikan,” jelas Nevi.
Dari segi sejarah dan budaya, perempuan Minang, tambah Nevi, juga harus pandai memasak, menyulam, dan menjahit.
”Ketiga kepandaian itu merupakan hal yang harus dikuasai perempuan Minang. Dalam adat Minang, seorang perempuan yang akan menikah harus pandai menyulam sapu tangan untuk penutup tudung saji sebagai persembahan kepada calon mertua. Karena itu, tidak heran kalau sulaman menjadi salah satu produk unggulan industri kreatif di Sumatera Barat hingga saat ini. Di Sumatera Barat terdapat lebih dari 70 jenis sulaman dan setiap daerah memiliki jenis sulamannya sendiri.”
Sebagai istri gubernur yang memimpin langsung beberapa organisasi, di antaranya PKK, Dekranasda, P2TP2A, Forum Silaturahim Majelis Taklim, dan organisasi lainnya, Nevi selalu mengajak perempuan memanfaatkan keterampilan yang mereka miliki untuk membantu perekonomian keluarga.
”Mengingat situasi perekonomian saat ini, dengan jumlah deret ukur dan deret hitung tidak lagi seimbang, keluarga tidak bisa lagi hanya membebani bapak sebagai pencari nafkah tunggal, tapi juga ibu harus siap menjadi sumber pemasukan tambahan lewat keterampilan yang dimiliki. Keluarga kini sudah dituntut memiliki double income dan seorang ibu dituntut bisa mengatur keuangan dengan seimbang antara pemasukan dan pengeluaran.”
Selain memiliki potensi besar dalam industri kreatif, Sumatera Barat juga identik dengan kuliner dan panorama alamnya yang indah. ”Jadi, kesempatan ini tidak boleh dilewatkan perempuan Minang. Bukan zamannya lagi perempuan hanya duduk menganggur di rumah. Namun, perempuan Minang yang sejak dulu dikenal tangkas juga harus tangkas mencari uang sambil mengasuh anak.”

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

Al-Qur’an dan Hadits hari ini.

Sampaikanlah amanah kepada orang yang mempercayaimu dan janganlah kamu berkhianat kepada orang yang mengkhianatimu (HR Abu Dawud & Tirmidzi)

June 2016
M T W T F S S
« May   Aug »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

noormagazine © 2017 All Rights Reserved