Belajar Kepada Khadijah

022-023 sirah-1

Teks: Ade I Ilustrasi: istimewa

Perempuan bekerja bukan baru terjadi belakangan ini. Istri Rasulullah saw. juga, bahkan, dikenal sebagai pebisnis yang sukses.

Majelis pengajian itu baru saja dimulai ketika seorang perempuan tergopoh-gopoh memasuki ruangan. Penampilannya memang terlihat berbeda dari jamaah lainnya yang kebanyakan mengenakan gamis sederhana. Tema pengajian pada hari itu mengenai harta gono-gini dari pasangan yang berpisah karena perceraian dan kematian. Saat ustazah memberi kesempatan bertanya, dia langsung mengacungkan jarinya.
”Ustazah, dosakah jika saya bekerja?” tanyanya singkat. Pertanyaan itu mungkin terdengar sangat simple dan sepele. Namun, sesungguhnya, masih banyak perempuan yang merasa pilihan bekerja di luar rumah merupakan hal yang dilarang agama.
Ada tiga pendapat dari para ulama tentang perempuan yang bekerja di luar rumah. Pertama, membolehkan perempuan bekerja tanpa syarat apapun. Kedua, tidak membolehkan sama sekali dan yang ketiga, membolehkan tapi dengan syarat-syarat tertentu. Menurut Sayid Qutb, ulama dan cendekiawan asal Mesir, ajaran Islam lebih dekat dengan pandangan yang terakhir karena Islam memang tidak pernah melarang perempuan bekerja.

Rambu Bekerja untuk Perempuan
Meski Islam membolehkan perempuan bekerja, tetap saja ada hal-hal yang membatasi. Agama Islam mengenal yang dinamakan hukum ikthilath tentang berbaurnya laki-laki dan perempuan dalam satu tempat tertentu. Ketentuan ini bisa haram, bisa pula mubah. Akan menjadi haram jika mengandung tiga hal, yakni berduaan antara laki-laki dan perempuan, terbukanya aurat perempuan, serta ada persentuhan anggota badan antara laki-laki dan perempuan. Namun, hukum haram ini tidak berlaku untuk mereka yang berprofesi sebagai dokter.
Kesempatan bekerja kepada perempuan juga disebutkan dalam banyak hadis dan pandangan ulama. Namun, semua kegiatan tersebut tentunya harus seizin suami bagi yang telah menikah. Dalam bukunya,   Syubuhat Haula al-Islam, Muhammad Quthb menjelaskan, ”Perempuan pada zaman Rasulullah pun bekerja ketika kondisi menuntut mereka untuk bekerja. Masalahnya bukan terletak pada ada atau tidaknya hak mereka untuk bekerja karena Islam tidak cenderung mendorong perempuan keluar rumah kecuali untuk pekerjaan-pekerjaan yang sangat penting, termasuk karena alasan yang menanggung hidupnya tidak mampu mencukupi kebutuhannya.

Belajar kepada Siti Khadijah
Untuk menjadi perempuan yang tangguh dalam berkarier dan mengurus keluarga, belajarlah kepada Siti Khadijah ra. Mewarisi kekayaan dari sang ayah dan almarhum suaminya, Siti Khadijah mampu mengelola harta peninggalan tersebut menjadi usaha yang berkembang dengan pesat. Sementara sebagai single parent (sebelum menikah lagi dengan Rasulullah saw.), beliau juga mengurus anak-anaknya dengan baik.
Dalam menjalankan bisnisnya, Khadijah menerapkan prinsip-prinsip manajemen yang cerdas sehingga membuatnya menjadi perempuan pebisnis yang disegani pada zamannya. Beliau sangat mengutamakan kejujuran dan profesionalisme. Itu pula sebabnya dia menerima lamaran pemuda Muhammad yang jujur dan amanah saat bekerja dengannya.
Selain sebagai pebisnis yang tangguh, Khadijah juga merupakan istri yang sangat menghormati suami, terutama pada masa-masa awal kenabian Rasulullah saw. Selama masa itu pula beliau mengorbankan seluruh harta kekayaannya untuk mendukung kegiatan dakwah suaminya. Dalam kehidupan pernikahan Rasulullah saw, hanya Khadijah yang tidak memiliki madu. Beliau adalah cinta sejati Rasulullah saw. Bahkan ketika sudah tiada pun, Rasulullah saw. tetap menyebut nama beliau sehingga membuat Aisyah merasa cemburu.
Sebuah pesan indah dari Rasulullah saw. untuk mereka yang bekerja, termasuk kaum perempuan bisa menepis semua keraguan itu. ”Sesungguhnya Allah Swt. mencintai orang yang melakukan satu pekerjaan dengan sungguh-sungguh dan profesional (al-itqan).” (HR. al Baihaqi, Abu Ya’la, Ibn Asakir).
Jadi, para perempuan, berkarierlah, asal tetap bisa menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan keluarga.

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

Al-Qur’an dan Hadits hari ini.

Sampaikanlah amanah kepada orang yang mempercayaimu dan janganlah kamu berkhianat kepada orang yang mengkhianatimu (HR Abu Dawud & Tirmidzi)

June 2016
M T W T F S S
« May   Aug »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

noormagazine © 2017 All Rights Reserved