Jama Masjid Ahmedabad, Pesona Arsitektur Masa Lalu

by. Tachta Erlangga Pesona

Ahmedabad merupakan kota terbesar di negara bagian Gujarat. Berpenduduk sekitar 7,7 juta jiwa, kota ini menempati daftar 10 kota terpadat di India. Namun, sayang, karena terletak lumayan jauh dari pusat wisata di India, tidak banyak turis yang mengunjungi Ahmedabad. Kota ini padahal memiliki beberapa tempat menarik yang sangat sayang jika dilewatkan. Sebut saja kediaman Mahatma Gandhi yang sekarang sudah disulap menjadi museum, Akshardham Temple, yang menjadi ikon wisata Gujarat, dan satu lagi yang merupakan warisan kebanggaan umat muslim
Gujarat, apalagi kalau bukan jama masjid. Ahmedabad merupakan kota yang unik. Kota ini menjadi salah satu pusat industri di India
dengan gedung-gedung modern, lengkap dengan situs-situs
peninggalan masa lalu yang menjadi bukti kejayaan kerajaan Gujarat dulunya. Ahmedabad dapat diakses dari berbagai kota di India. Kota yang menjadi ibu kota negara bagian Gujarat ini terletak lebih kurang 1.000 kilometer dari New Delhi dan 500 kilometer dari Mumbai. Jauh, ya? Tenang saja, soal transportasi Anda tidak perlu khawatir. India menawarkan berbagai pilihan moda angkutan sesuai dengan bujet dan selera Anda. Untuk yang tidak mau repot, Anda bisa memilih jalur udara dari Delhi ataupun Mumbai. Ada belasan penerbangan setiap harinya yang beroperasi dari kedua kota tersebut.

Bagi Anda yang ingin menghemat uang, kereta mungkin menjadi pilihan terbaik. Anda bisa memesan tiketnya online atau langsung di stasiunnya. Karena armadanya yang begitu terbatas, tiket kereta harus dipesan dari jauh-jauh hari. Bagaimana jika kehabisan kursi? Ada puluhan bus malam yang setiap harinya siap mengantar Anda. Harganya pun bervariasi sesuai dengan kelasnya.

Keindahan Paduan Dua Budaya
Jama masjid (alias jami, atau jummah masjid), berarti friday mosque, tempat yang menjadi masjid pusat dalam sebuah kota. Beberapa kota di India memiliki jama masjid sendiri. Beberapa
yang paling terkenal adalah jama masjid di Delhi dan Agra. Sedangkan di daerah Gujarat sendiri, walaupun dianggap masjid termegah di kawasan barat India, belum banyak yang mengetahui
jama masjid kota Ahmedabad.

Tertarik dengan keindahan foto-fotonya yang saya lihat di internet, saya akhirnya memutuskan untuk mengunjungi tempat ini. Terletak hampir di jantung kota, sangat mudah untuk mencapai masjid yang disebut-sebut merupakan masjid termegah pada zamannya ini. Masjid ini cuma berjarak tiga kilometer dari stasiun kereta Ahmedabad. Anda tinggal memanggil bajaj dari sana. Dengan ongkos lumayan murah, dalam waktu 15 menit saja, Anda sudah bisa sampai di pintu gerbang masjid tersebut.

Masjid tertua di Ahmedabad ini dibangun pada abad ke-15 oleh Sultan Ahmed Shah I, raja yang mendirikan kota Ahmedabad. Raja Gujarat ini dulunya menggunakan tempat ini sebagai masjid pribadi. Karena itu, tak heran pertama kali saya memasuki area masjid, kesan megah langsung terasa dari gaya arsitektur India kuno. Sebelum menunaikan salat, saya memutuskan untuk berjalan-jalan sebentar di area masjid. Meski terletak di pusat kota, masjid ini masih menyisakan suasana sunyi dan damai. Cuma beberapa orang terlihat beristirahat di lorong-lorong halaman luar masjid.Di tengah-tengah halaman luar masjid yang begitu luas berlapis keramik putih, terdapat kolam air yang beratap, bangku-bangku dari batu mengelilingi sisi-sisinya. Di sana, saya melihat beberapa orang sedang berwudu. Berbeda dengan di Indonesia, sebagian besar muslim di India bersuci di kolam besar yang airnya tentu saja terus disirkulasikan sehingga tidak tergenang dan terjaga
kebersihannya. Namun, ketika saya hendak berwudu, seorang bapak menghampiri lalu memberi tahu saya kalau ada tempat berwudu dengan keran air di dekat gerbang utama masjid. Katanya, saya bisa menggunakan air keran di situ jika tidak terbiasa dengan kebiasaan berwudu di kolam. Sesuai dengan anjuran bapak itu, saya akhirnya memutuskan untuk berputar arah menuju tempat wudu yang dimaksud.

Jama masjid dibangun dengan menggunakan yellow sandstone oleh para ahli arsitektur umat Hindu. Yang lebih menarik lagi, masjid ini ternyata dibangun dari puing-puing yang tersisa dari reruntuhan kuil umat Hindu dan Jain di Gujarat. Hindu dan Jain adalah dua agama yang lahir dari India, dan keduanya berkembang pesat di Gujarat pada masa silam. Karena itu, tak heran gaya arsitektur dari kedua agama ini pun begitu terasa. Hal ini terlihat dari dua buah pilar raksasa berbentuk menara yang mengapit pintu masuk utama masjid. Konon, dulu di atasnya terdapat menara masjid tapi runtuh ketika gempa bumi melanda pada 1815. Pada pilar tersebut terukir pahatan yang begitu detail dan indah. Salah satunya, mengambarkan bel yang sering tergantung di kuil-kuil umat Hindu. Di beberapa bagian masjid lainnya, terutama di bagian kubah, terdapat relief berbentuk bunga teratai, mirip seperti kubah pada kuil Jain yang beberapa kali pernah saya kunjungi.

Masuk ke dalam masjid, decakan kagum saya tidak berhenti. Ratusan pilar berwarna kecokelatan seakan tampak begitu gagah menopang beberapa kubah yang terlihat impresif. Pilar-pilar tersebut berbaris rapi sehingga terkesan membagi area dalam masjid menjadi lorong-lorong kecil. Seorang penjaga masjid yang saya temui bergumam bahwa masjid ini memiliki 300 pilar dengan empat kubah utama dan 15 kubah kecil lainya. Selesai salat, saya berisitirahat sejenak di sana. Kebetulan saat itu bukanlah waktu salat sehingga saya bisa bebas menikmati indahnya masjid tersebut seorang diri. Inilah untuk pertama kali saya melihat masjid dengan desain segagah dan seunik ini. Saat itu pula saya berpikir, suatu saat jika kembali ke kota ini, masjid inilah tempat yang saya akan singgahi pertama kali.

Jalan-Jalan di Sekitar Masjid
Kontras dengan keadaan dalam masjid, di depan gerbang kompleks masjid terdapat pasar tradisional yang selalu ramai dipenuhi masyarakat lokal setiap jamnya. Untuk Anda yang ingin berbelanja
pernak-pernik untuk cenderamata, atau sekadar ingin mencuci mata, tempat ini bisa menjadi favorit. Tidak jauh dari situ terdapat Manek Chowk, sebuah pusat kota Ahmedabad berupa pasar yang berubah fungsi setiap waktunya. Pada pagi hari Anda akan melihat ratusan pedagang sayur menjajakan dagangannya. Jika Anda ingin membeli suvenir agak mewah, tempat ini setiap siang hingga sore seakan disulap menjadi pusat perdagangan batu permata. Kabarnya, tempat ini merupakan salah satu pasar batu permata terbesar di India. Tidak hanya itu. Di sini juga dijual berbagai jenis tekstil. Dijuluki Manchester of India, Ahmedabad adalah kota di India yang terkenal dengan industri tekstilnya. Layaknya Manchester dengan Sungai Mershey-nya, Ahmedabad dilewati Sungai Sabarmati yang airnya sangat cocok untuk proses pewarnaan tekstil. Tak heran kalau industri tekstil berkembang pesat di sini. Untuk yang hobi berbelanja, Anda bisa memanjakan diri. Namun, bersiap-siaplah untuk menawar harga karena para pedagang biasanya mematok harga lumayan tinggi untuk turis asing. Saya akhirnya menghabiskan waktu sore di sana. Ketika langit gelap dan lampu-lampu kota mulai berkelipan, para pedagang makanan berdatangan ke tempat ini. Bagi Anda yang hobi wisata
kuliner, pasar malam yang setiap harinya dipenuhi jajanan lokal ini menjadi tempat yang sangat sayang untuk dilewatkan.

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

Al-Qur’an dan Hadits hari ini.

Sampaikanlah amanah kepada orang yang mempercayaimu dan janganlah kamu berkhianat kepada orang yang mengkhianatimu (HR Abu Dawud & Tirmidzi)

February 2016
M T W T F S S
« Jan   Mar »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
29  

noormagazine © 2019 All Rights Reserved