Eco-Friendly Traveler

02_mix_04032015

Di tengah rutinitas yang membelenggu, liburan menjadi saat untuk beristirahat dari pekerjaan, menyegarkan kembali pikiran. Dari liburan juga kita bisa berkumpul dengan orang-orang tercinta, sekaligus belajar sejarah dari berbagai tempat yang kita kunjungi.

Liburan memang identik dengan bersenang-senang. Tak hanya anak-anak yang berbahagia saat libur tiba tapi juga orang tua ikut menikmatinya. Para orang tua biasanya ramai-ramai mengambil cuti untuk mengusir stres dan lelah setelah sekian lama bekerja keras. Ya, liburan memang sungguh mengasyikkan. Namun, pernahkah terlintas di benak kita bahwa setiap perjalanan
liburan yang kita jalani menyisakan pengaruh buruk bagi lingkungan? Terkadang, karena asyiknya liburan, kita cenderung melupakan pentingnya menjaga kebersihan dan keindahan tempat wisata.

Membawa dampak buruk
Bayangkan jika kegiatan seperti itu didiamkan terus-menerus, tanpa ada yang menyadari, akan memberikan dampak buruk bagi kelangsungan obyek wisata itu sendiri. Tak hanya membahayakan makhluk hidup di sekitar tempat wisata tapi juga bisa menurunkan angka kunjungan wisatawan. Kita tentu tak mau hal ini terjadi.
Sebenarnya, tak sulit mencegah semua hal yang tidak diinginkan tersebut. Tergantung dari kepribadian setiap orang. Bukankah kita sebagai khalifah di muka bumi memiliki peranan penting dalam menjaga kelestarian alam semesta dan lingkungan hidup dengan sebaik-baiknya? Hal ini secara langsung diungkapkan Allah Swt. dalam Surat Ar-Ruum/30 ayat 41 yang artinya: ”Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada sebagian (akibat) dari perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” Ayat ini jelas menunjukkan bahwa kerusakan lingkungan pada akhirnya akan memberikan dampak buruk kepada diri manusia sendiri.

Cerdas saat liburan
Apa yang harus diperhatikan agar ke depannya kita tetap bisa berlibur tanpa mengurangi suka cita dan kenyamanan tapi sekaligus tidak menyakiti alam serta bumi kita tercinta? Tentunya kita kembali lagi kepada prinsip 3R (reuse, reduce, recycle). Hal ini harus menjadi pedoman utama kita. Berikut beberapa hal yang bisa Anda dipraktikkan untuk mengurangi beban bumi:

– Cerdas memilih alat transportasi
Hasil penelitian menyebutkan, emisi karbondioksida yang dihasilkan per orang ketika naik pesawat terbang sejauh 1.000 km (sekitar jarak Jakarta-Surabaya) setara dengan jumlah karbon-dioksida yang dihasilkan satu buah mobil SUV selama setengah bulan perjalanan.

– Bijak saat menginap di hotel
Mintalah kepada pengelola hotel untuk tidak mengganti seprai dan handuk setiap hari supaya mengurangi konsumsi air, deterjen, dan polusi limbahnya. Matikan alat elektronik seperti televisi, AC, dan lampu saat tidak diperlukan.

– Membawa kantung sampah sendiri
Sebelum menemukan tong sampah, simpan dahulu sampah di kantung kecil untuk mencegah kita buang sampah sembarangan. Jangan malu untuk menegur orang yang buang sampah sembarangan.

– Bawa bekal makanan dan minuman sendiri
Niatkan dalam hati sebelum berangkat liburan, bahwa Anda akan tetap mengonsumsi makanan yang sehat. Bawalah tempat air minum isi ulang. Selain bisa berhemat, Anda sudah membantu mengurangi sampah dari tempat air minum dalam kemasan. Jika makan di luar hotel, pilihlah restoran yang memiliki menu masakan lokal. Mengapa? Karena masakan lokal tidak membutuhkan bahan bakar yang banyak untuk mendatangkannya. Jika dibungkus,
jangan memilih makanan dengan pembungkus dari bahan sterefoam. Pasalnya, bahan pembungkus jenis ini tidak dapat didaur ulang.

– Bawa perlengkapan mandi sendiri seperti sampo, sabun, pasta gigi, dan lotion sehingga Anda tidak perlu lagi membeli di lokasi wisata.

– Tidak mengganggu habitat binatang
Saat sedang liburan ke pantai misalnya, wisatawan suka mengambil kerang-kerang yang bersembunyi di pasir untuk dibawa pulang. Meski saat dibawa masih hidup, kerang-kerang itu biasanya ketika sampai di rumah Anda akan mati. Atau saat berjalan, kita usahakan
menjaga langkah agar tetap berada di jalan setapak. Upaya ini dilakukan untuk mengurangi tingkat kematian binatang-binatang kecil yang disebabkan terinjak kaki kita.

-Tidak memetik atau merusak tanaman
Meskipun menggoda untuk dipetik, tahan diri Anda untuk tidak memetik tanaman. Ada baiknya biarkan tanaman itu tumbuh apa adanya agar dapat dinikmati pula oleh wisatawan yang lain.

– Tidak membeli suvenir dari binatang atau tumbuhan langka
Meskipun dijual bebas, Anda harus tetap konsisten menjadi seorang eco traveler. Ini artinya Anda harus menahan diri untuk tidak membelinya.

– Gunakan kamera digital
Hindari menggunakan kamera foto yang langsung jadi. Dengan menggunakan kamera digital, kita bisa memilih foto mana yang bagus untuk dicetak. Selain itu, kita juga bisa mengurangi sampah dan biaya cetak.

-Ajari anak untuk menghormati alam
Coba ajari anak tentang tata cara menghormati alam yang baik. Beri penjelasan tentang apa yang akan terjadi jika kita merusaknya. Kemudian jangan lupa ajari anak untuk menghirup udara segar, mencuci muka dengan air sungai yang mengalir bersih, mencium aroma bunga segar, dan beri tahu mereka bahwa keindahan alam tersebut amat berharga. Pengenalan sejak dini ini diharapkan akan menumbuhkan rasa respek di dalam diri anak untuk mau ikut melestarikan lingkungan.

-Pilih wisata lokal dibandingkan wisata ke luar negeri
Jadi, daripada kita memboroskan uang untuk jalan-jalan ke luar negeri lebih baik kita memilih tempat wisata lokal. Selain mem-
bantu perekonomian masyarakat sendiri, hal ini juga berarti kita sudah ikut menyelamatkan lingkungan.

Nah, tak sulit ’kan menjadi wisatawan yang ramah dan peduli lingkungan? Mari kita memulainya dari sekarang atau kita tidak akan pernah lagi bisa menikmati keelokan negeri tercinta ini. Teks: Shiera/dari berbagai sumber

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

Al-Qur’an dan Hadits hari ini.

Sampaikanlah amanah kepada orang yang mempercayaimu dan janganlah kamu berkhianat kepada orang yang mengkhianatimu (HR Abu Dawud & Tirmidzi)

February 2016
M T W T F S S
« Jan   Mar »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
29  

noormagazine © 2019 All Rights Reserved