Menikah Itu Tidak Susah

Syarat Menikah

Menikah itu tidak susah. Asalkan sudah memenuhi persyaratan, Anda bisa menikah.

Oleh : Gita Wirasti

                Sebagian calon pasangan pengantin meminta orang lain untuk mengurus perizinan menikah dengan memberikan surat kuasa. Padahal mengurus sendiri pun tidak sulit. Berikut persyaratan dan segala perizinan yang berkaitan dengan pernikahan di Indonesia seperti yang dituturkan oleh Abd. Rahman, Petugas Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan.

  1. Syarat umum menikah bagi calon pengantin diwajibkan melampirkan kepada KUA berupa:

–          Menulis surat pernyataan belum menikah, formulir bisa diminta pada ketua RT setempat dan diimbuhi materai Rp. 6.000,-.

–          Fotokopi kartu tanda penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga yang bersangkutan.

–          Mengisi formulir menikah dari RT/RW dan kelurahan setempat.

–          Formulir itu dibawa ke KUA kecamatan setempat.

–          Calon pengantin pria berusia minimal 19 tahun, calon pengantin perempuan minimal 16 tahun. Apabila usia keduanya di bawah 21 tahun, maka harus ada izin orangtua. Sedangkan bila usia keduanya di bawah usia minimal, harus ada izin pengadilan.

  1. Menikah pindah tempat: Istilah pindah tempat ini berlaku ketika calon pengantin yang tinggal di suatu kecamatan hendak melangsungkan pernikahan di masjid pilihan yang kebetulan berada di kecamatan lain;

–          Calon pengantin pria diminta untuk membuat surat keterangan hendak menikah dari KUA setempat sebagai rujukan ke KUA kecamatan lain tersebut. Dilampirkan pula minimal 3 fotokopi KTB dan Kartu Keluarga.

–          Sedangkan calon pengantin perempuan

  1. Ta’lik Talak tidak wajib tapi dianjurkan untuk dibaca oleh pengantin pria setelah ijab kabul agar ia memahaminya. Ta’lik talak pun tercantum di dalam buku nikah.
  2. Nasehat pada Calon Pengantin: Kedua calon pengantin diminta untuk hadir pada acara pemberian nasehat perkawinan dari BP4 (Badan Penasehat Perkawinan, Perselisihan, dan Perceraian).
  3. Rujuk: Istilah rujuk adalah ingin kembalinya sepasang manusia yang masih dalam masa iddah. Apabila masa iddah tersebut sudah habis, maka keduanya diwajibkan untuk menikah kembali. Meskipun rujuk, keduanya harus mengucapkan ijab qabul dan menyediakan mahar baru. Sebelum itu, keduanya harus memberikan akta cerai ke KUA setempat, lalu melakukan rujuk di KUA. Dari KUA akan diberikan surat keterangan rujuk dan ini harus diserahkan ke Pengadilan Agama untuk menukarkannya dengan Buku Nikah.
  4. Pernikahan Beda Kewarganegaraan: Yang terpenting adalah keyakinan kedua-duanya adalah Islam. Calon pengantin yang warganegara asing,
  5. Menikah dengan Orang Lain setelah Bercerai: Ketentuannya sama dengan syarat umum menikah, hanya ditambah dengan akta cerai, baik bagi janda maupun duda. Apabila cerai mati, harus ada keterangan kematian dari kelurahan. Akte cerai asli keduanya diambil dan disimpan oleh KUA tempat keduanya menikah.
  6. Poligami: Calon pengantin pria diwajibkan melampirkan surat izin istri pertama secara tertulis, surat izin menikah dari pengadilan. Apabila ia pegawai negeri sipil (PNS), diwajibkan mendapat izin dari atasan.
  7. ABRI/TNI: calon pengantin pria diwajibkan mendapat izin dari komandan.
  8. Perwalian:

–          Apabila keberadaan ayah calon pengantin perempuan tidak jelas atau tidak diketahui tempat tinggalnya, maka harus ada wali hakim yang ditunjuk oleh pemerintah, yaitu kepala KUA. Apabila ayahnya datang tiba-tiba meski pernikahan sudah terselenggara, pernikahan tetap sah. Apabila sang ayah menuntut menjadi wali, maka disarankan keduanya melangsungkan pernikahan kembali.

–           Apabila ayah calon pengantin perempuan telah tiada, wali jatuh kepada kakek dari pihak ayah.

–          Apabila kakek dan ayah telah tiada, maka wali jatuh pada kakek buyut (apabila ada) atau saudara laki-laki seibu sebapak mempelai perempuan yang sudah dewasa.

–          Apabila tidak ada saudara laki-laki, maka wali jatuh pada saudara-saudara ayah atau kakek, seperti paman.

Apabila sudah tidak ada garis perwalian (garis keturunan laki-laki dari pihak ayah mempelai perempuan), maka wali jatuh pada wali hakim.

3 total comments on this postSubmit yours
  1. Saya suka membaca dan saya hamil website ini punya beberapa hal yang benar-benar berguna di atasnya!

  2. Artikel ini memberikan cahaya di mana kita dapat mengamati kenyataan.

  3. Saya selalu menyelidiki online untuk tips yang dapat menguntungkan saya. Terima kasih!

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

Al-Qur’an dan Hadits hari ini.

Sampaikanlah amanah kepada orang yang mempercayaimu dan janganlah kamu berkhianat kepada orang yang mengkhianatimu (HR Abu Dawud & Tirmidzi)

April 2012
M T W T F S S
« Mar   Jun »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

noormagazine © 2017 All Rights Reserved